25
Apr
14

JENIS SAPI POTONG INDONESIA


foto dan gambar sapiterlengkap baik sapi lokal, maupun sapi non lokal. Kami ingin sahabat ternak mengetahui bagaimana ciri fisik, postur, dan wujud asli sapi yang diidamkan. Setelah sebelumnya kami menjawab rasa penasaran sahabat ternak tentang kambing melalui galeri gambar kambing lokal dari kami, maka sekarang kami ingin menjawab rasa penasaran sahabat ternak tentang gambar jenis sapi favoritnya. Kami ingin mengklasifikasikan gambarnya berdasarkan kategori sapi tersebut ke dalam beberapa kategori, seperti gambar sapi pedaging / potong, gambar sapi perah, dan gambar sapi pekerja mengacu pada klasifikasi jenis sapi di seluruh dunia. Gambar sapi yang kami sajikan adalah gambar sapi asli, bukan gambar sapi kartun, selamat menikmati keindahan kekayaan alam ternak.

Gambar Sapi Pedaging

Berikut ini adalah koleksi gambar sapi pedaging baik yang ada di Indonesia maupun di luar negeri, rata-rata ciri fisik sapi pedaging adalah tidak memiliki kelenjar susu yang besar dan memiliki perawakan yang besar. Umumnya dipelihara untuk dipotong dan dikonsumsi dagingnya.

Gambar Sapi Aceh

ImageImage

Sapi aceh merupakan satu sapi pedaging lokal favorit yang merupakan hasil persilangan antara sapi lokal dengan sapi ongole. Ciri fisiknya memiliki warna merah kecoklatan seperti warna sapi lokal dengan punuk kecil seperti sapi ongole

Seleksi Calon Bibit Sapi Aceh Betina Sesuai SNI

Image

Pelaksanaan seleksi sapi Aceh Betina dilaksanakan pada senin (24/03/2014) oleh Wasbitnak BPTU-HPT Indrapuri. Pemilihan dilakukan dalam rangka rencana sertifikasi sapi Aceh betina ke lembaga sertifikasi produk (LS Pro). Seperti halnya pemilihan sapi Aceh Jantan, sapi Aceh betina dipilih dan dikategorikan ke dalam tiga kelompok (berdasarkan SNI) yaitu kategori I, II, III. Sapi-sapi yang dilakukan penyeleksian berumur 15 – 48 bulan. Sapi-sapi yang telah bersertifikat yang berumur 15-18 bulan (betina) dan 24-36 bulan (jantan) akan didistribusikan/dijual, sedangkan sapi Aceh betina yang berumur lebih dari 18 bulan dan jantan yang lebih dari 36 bulan, akan digunakan sebagai Induk pengganti/ replacement bersertifikat di BPTU-HPT Indrapuri.

Keunggulan Sapi Aceh

Sapi Aceh merupakan salah satu rumpun sapi lokal Indonesia yang telah ditetapkan oleh pemerintah melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 2907/Kpts/OT.140/6/2011, yang mempunyai sebaran asli geografis di Provinsi Aceh yang dibudidayakan secara turun temurun. Sapi Aceh umumnya diternakkan oleh masyarakat sebagai penghasil daging.

sapi betina2Selain itu juga sebagai ternak kerja, tabungan, budaya meugang dan peupok leumo (adu sapi). Beberapa ahli berpendapat bahwa Bos sundaicus merupakan biangnya sapi-sapi yang ada di Indonesia, berkembang dan mengalami persilangan berurutan dengan sapi Zebu yang dibawa oleh orang-orang Hindu. Sapi Aceh yang telah lama dipelihara rakyat merupakan jenis sapi Zebu tropis berasal Bos indicus (Salim, B. 1990).

Sapi Aceh yang dijumpai di beberapa kabupaten di Provinsi Aceh memiliki fisik lebih besar dari sapi Sumatera karena lebih banyak disilangkan dengan sapi Benggala (Zebu) Penampilan Produksi Berat Lahir Berat lahir pedet betina sapi Aceh 14,75 kg dan pedet jantan 15,9 kg dengan angka kelahiran rata-rata 65-85% Produksi Daging Berat karkas sapi Aceh jantan berkisar 129,9 kg dan sapi Aceh betina 109,8 kg. Sedangkan persentase karkas rata-rata 49-51%.

7 Keunggulan Sapi Aceh

1. Plasma nutfah
2. Adaptasi terhadap lingkungan tropis sangat baik
3. Kapabilitas terhadap pakan kualitas jelek
4. Relative tahan terhadap parasit internal dan ekternal
5. Produktivitas baik
6. Karkas 49-51%

 7. Struktur daging memiliki jaringan lebih halus, padat dan lebih baik dari sapi Brahman & PO

Gambar Sapi Angus

Image

Sapi angus adalah sapi yang berasal dari daratan Eropa tepatnya dari negara Inggris. Daging sapi angus terkenal mutu dan kualitas dagingnya yang baik karena tidak banyak lemak. Ciri fisik sapi angus dapat dikenali dari warna tubuhnya yang hitam dan dengan tubuh besar kekar berisi namun tidak bertanduk.

Gambar Sapi Beefmaster

Image

Sapi beefmaster adalah sapi yang pertama kali dikembangkan di Amerika (US) yang ,erupakan hasil persilangan antara sapi brahman jantan dengan sapi betina shorthorn ataupun hereford dari Inggris. Ciri fisiknya dapat dikenali dari tubuhnya yang besar dengan punuk dan bulu berwarna coklat kemerahan.

 

Jenis-jenis Sapi Potong di Indonesia

Jenis-jenis Sapi Potong di Indonesia

Sapi Bali

Sapi Bali adalah Banteng (Bos Sondaicos) yang telah mengalami domistikasi (penjinakkan). Terdapat di Indonesia di Pulau Bali, yang dibudidayakan secara alami. Merupakan sapi tipe dwiguna (pedaging dan pekerja). Sapi Bali mempunyai bentuk dan tanda-tanda yang sama dengan Banteng, hanya ukurannya lebih kecil akibat proses domistikasi. Tinggi sapi dewasa mencapai 130 cm, berat badan antara 300-400 kg, Jantan kebiri dapat mencapai 450 kg.

clip_image001

Sapi Bali memiliki warana bulu yang khas. Pedet (anak sapi atau sapi yang belum dewasa) warna bulunya merah sawo matang atau merah bata. Pada sapi dewasa betina warna akan tetap, tetapi untuk yang jantan berubah menjadi kehitam-hitaman.

Terdapat warna putih pada bagian-bagian tertentu, misalnya pada keempat kakinya, mulai dari sendi tarsus dan carpus kebawah sampai kuku, pada bagian pelvis dengan batas yang nampak jelas karena dibatasi oleh pertemuan bulu yang mengarah ke dalam dan ke luar, pada bibir bawah, tepi daun telinga dan bagian dalam daun telinga. Pada bagian punggung mempunyai garis hitam(garis belut). Tanduk yang jantan tumbuh agak di bagian luar kepala, mengarah ke latero-dorsal, terus membelok dorso cranial, sedang yang betina agak dibagian dalam dari kepala, mengarah ke latero-dorsal menuju dorso medial.

Sapi Madura

Sapi Madura merupakan hasil persilangan Bos Indicus (Zebu) dengan Bos Sondaicus (Banteng). Pada tubuhnya dijumpai tanda-tanda sebagai warisan dari kedua golongan sapi tersebut. Sapi Madura merupakan sapi tipe dwiguna (pedaging dan pekerja).

clip_image002

Sapi jantan memiliki tubuh bagian depan lebih teguh daripada tubuh bagian belakang, sedikit berpunuk yang betina tidak berpunuki. Warna baik jantan maupun yang betina adalah merah bata. Tanduk melengkung setengah bulan dengan ujungnya menuju ke arah depan. Berat badan maksimum dapat mencapai 350 kg dengan tinggi rata-rata 118 cm.

Sapi Ongole dan Peranakan Ongole (PO)

Bangsa sapi ini berasal dari India dan termasuk golongan Zebu atau sapi berponok. Diternakan secara murni di P. Sumba, sehingga terkenal dengan sebutan SO (Sumba Ongole).  Sering orang bilang, Limosin. Sapi ongole merupakan jenis sapi tipe kerja yang sangat baik, tenaganya kuat ukuran tubuhnya besar, tahan lapar dan haus serta memiliki memiliki toleransi makanan yang sederhana.

clip_image004

Sapi ongole memiliki punuk besar dan berglambir (lipatan-lipatan kulit yang terdapat dibagian bawah leher dan perut). Telinganya panjang dan menggantung. Kepala relatif pendek dengan profil melengkung, mata besar dan tenang. Kulit disekitar lobang mata selebar + 1 cm, berwarna hitam, tanduk pendek, kadang-kadang hanya bungkul kecil saja. Tanduk sapi betina lebih panjang dari pada sapi jantan.

clip_image005

Sapi Peranakan Ongole (PO) adalah hasil perkawinan antara sapi ongole dengan sapi Jawa. Sapi ini adalah jenis pekerja yang baik. Tenaga besar, ukuran tubuh besar, sifat sabar, tahan terhadap panas lapar dan haus, serta mampu mengkonsumsi pakan berkualitas rendah. Sifat dan daya reproduksi sapi PO betina lebih tinggi dibandingkan dengan sapi bali dan madura.

a. Warna

Warna bulu bervariasi dari putih sampai putih kelabu dengan campuran kuning oranxe keabuan. Pada sapi jantan bagian leher, punuk sampai kepala berwarna putih keabuan, sedangkan pada anak yang baru lahir berwarna coklat dan berubah menjadi putih kelabu.

b. Bentuk

Bentuk tanduk pada jantan lebih pendek dibandingkan betina, memiliki punuk bulat, besar dan bergelambir lebar tergantung mulai leher melalui perut hingga ambing atau skrotum. Tinggi sapi jantan mencapai 150 cm dengan bobot 600 kg, sedangkan sapi betina mencapai 135 cm dengan bobot badan 450 kg dengan PBBH mencapai 0,47-0,81

c. Keunggulan Sapi Ongole

  • Bobot badan besar, sehingga jumlah daging yang dihasilkan lebih besar.
  • Mampu bertahan pada suhu tinggi (40 0 C) dengan kondisi pakan yang berkualitas rendah.
  • Betina kawin pertama umur 18 bulan, beranak pertama umur 30 bulan, jantan kawin pertama umur 30-36 bulan.

Sapi Brahman

Sapi ini termasuk golongan sapi Zebu yang berkembang di Amerika yang beriklim panas. Sap Brahman memiliki karakteristik ponok besar dan kulit yang longgar dengan lipatan kulit dibawah leher dan perut yang lebar, telinga menggantung. Warna kulit umumnya abu-abu, tetapi ada juga yang merah. Tidak bertanduk dan hanya berupa bungkul, kepala relatif pendek dengan profil melengkung, dengan kaki panjang dan kokoh.

clip_image006

Tinggi sapi jantan 121-128 cm dan betina 116-123 cm. Sapi ini memiliki mutu genetik dan daya reproduksi yang paling baik dibandingan sapi lokal.

Keunggulan dari sapi Brahman antara lain pertambahan berat badan relatif cepat, prosentase karkas besar, serta merupakan sapi potong tipe dwiguna yang mampu berkembang biak dengan baik pada lingkungan yang tidak menguntungkan. Tahan terhadap gigitan caplak dan nyamuk. Resisten terhadap demam texas dan dapat beradaptasi terhadap makanan yang jdlek. Merupakan tipe potong dari daerah tropis yang terbaik.

Sapi Aberden Angus

Sapi ini merupakan sapi tipe potong keturunan Bos Taurus yang berasal daratan Scotlandia Utara. Sapi Aberden Angus memiliki karakteristik kulit berwarna hitam, tidak bertanduk, tubuh rata, lebar dan dalam, seperto balok, padat dengan urat daging yang baik. Berat badan betina dewasa mencapai 1600 pounds sedang jantan dewasa 2000 pounds.

clip_image007

Tabel  1. Ukuran Linier Badan Sapi

Uraian                          Bali     Ongole   PO      Madura

Panjang Badan (cm)  132,6  136,9     131,3  127,3

Lingkar Dada (cm)     185,2  183,3     162,3  158,8

Berat Hidup (Kg)        352,4   368,3     302,6  258,3

Berat Karkas (Kg)      197,1   179,9     136,2  121,9

Tabel 2. Rata-rata tertimbang bagian tubuh hasil pemotongan sapi

Uraian                           Bali     Ongole  :   PO    Madura

Berat Kepala (Kg)       15,1    19,6         15,2   15,1

Berat Kulit (Kg)            30,4    26,8        18,4    16,0

Berat Kaki (Kg)              6,1       7,5         5,8        5,1

Berat ekor (Kg)              1,9       2,9        2,3         2,9

Berat jeroan (Kg)         15,9     26,0      15,5      14,6

sumber : epetani dot net

dari  sumber lain, berikut   Informasi tentang Jenis-jenis Sapi Lain yang direlease sudah diternakkan di Indonesia :

1. Sapi LIMOUSIN (Diamond Limousine)
clip_image009 clip_image010
clip_image012 clip_image013

 

Sapi Limousin kadang disebut juga Sapi Diamond Limousine (termasuk Bos Taurus), dikembangkan pertama di Perancis, merupakan tipe sapi pedaging dengan perototan yang lebih baik dibandingkan Sapi Simmental.

Secara genetik Sapi Limousin adalah sapi potong yang berasal dari wilayah beriklim dingin, merupakan sapi tipe besar, mempunyai volume rumen yang besar, voluntary intake (kemampuan menambah konsumsi di luar kebutuhan yang sebenarnya) yang tinggi dan metabolic rate yang cepat, sehingga menuntut tata laksana pemeliharaan lebih teratur.

Sapi jenis limousin ini merupakan salah satu yang merajai pasar-pasar sapi di Indonesia dan merupakan sapi primadona untuk penggemukan, karena perkembangan tubuhnya termasuk cepat, bisa sampai 1,1 kg/hari saat masa pertumbuhannya.
Sapi lainnya yang juga merajai pasar-pasar sapi adalah Sapi PO dan Sapi Bali.2. Sapi PO (Peranakan Ongole)

clip_image005[1] clip_image015
clip_image016 clip_image018

 

Sapi PO (singkatan dari Peranakan Ongole), di pasaran juga sering disebut sebagai Sapi Lokal atau Sapi Jawa atau Sapi Putih.
Sapi PO ini hasil persilangan antara pejantan sapi Sumba Ongole (SO) dengan sapi betina Jawa yang berwarna putih. Sapi Ongole (Bos Indicus) sebenarnya berasal dari India, termasuk tipe sapi pekerja dan pedaging yang disebarkan di Indonesia sebagai sapi Sumba Ongole (SO).

Warna bulu sapi Ongole sendiri adalah putih abu-abu dengan warna hitam di sekeliling mata, mempunyai gumba dan gelambir yang besar menggelantung, saat mencapai umur dewasa yang jantan mempunyai berat badan kurang dari 600 kg dan yang betina kurang dari 450 kg.

Bobot hidup Sapi Peranakan Ongole (PO) bervariasi mulai 220 kg hingga mencapai sekitar 600 kg.

Saat ini Sapi PO yang murni mulai sulit ditemukan, karena telah banyak disilangkan dengan sapi Brahman. Oleh karena itu sapi PO sering diartikan sebagai sapi lokal berwarna putih (keabu-abuan), berkelasa dan gelambir.

Sesuai dengan induk persilangannya, maka Sapi PO terkenal sebagai sapi pedaging dan sapi pekerja, mempunyai kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap perbedaan kondisi lingkungan, memiliki tenaga yang kuat dan aktivitas reproduksi induknya cepat kembali normal setelah beranak, jantannya memiliki kualitas semen yang baik.

Keunggulan sapi PO ini antara lain : Tahan terhadap panas, tahan terhadap ekto dan endoparasit; Pertumbuhan relatif cepat walau pun adaptasi terhadap pakan kurang; Prosentase karkas dan kualitas daging baik.3. Sapi BALI

clip_image019 clip_image020
clip_image022 clip_image024

 

Sapi Bali (Bos Sondaicus) adalah sapi asli Indonesia hasil penjinakan (domestikasi) banteng liar yang telah dilakukan sejak akhir abad ke 19 di Bali, sehingga sapi jenis ini dinamakan Sapi Bali.

Sebagai “mantan” keturunan banteng, sapi Bali memiliki warna dan bentuk persis seperti banteng. Kaki sapi Bali jantan dan betina berwarna putih dan terdapat telau, yaitu bulu putih di bagian pantat dan bulu hitam di sepanjang punggungnya.
Sapi Bali tidak berpunuk, badannya montok, dan dadanya dalam.

Sapi Bali jantan bertanduk dan berbulu warna hitam kecuali kaki dan pantat. Berat sapi Bali dewasa berkisar 350 hingga 450 kg, dan tinggi badannya 130 sampai 140 cm. Sapi Bali betina juga bertanduk dan berbulu warna merah bata kecuali bagian kaki dan pantat. Dibandingkan dengan sapi Bali jantan, sapi Bali betina relatif lebih kecil dan berat badannya sekitar 250 hingga 350 kg.

Sewaktu lahir, baik sapi Bali jantan maupun betina berwarna merah bata. Setelah dewasa, warna bulu sapi Bali jantan berubah menjadi hitam karena pengaruh hormon testosteron. Karena itu, bila sapi Bali jantan dikebiri, warna bulunya yang hitam akan berubah menjadi merah bata.

Keunggulan sapi Bali ini antara lain : Daya tahan terhadap panas tinggi; Pertumbuhan tetap baik walau pun dengan pakan yang jelek; Prosentase karkas tinggi dan kualitas daging baik; Reproduksi dapat beranak setiap tahun.4. Sapi BRAHMAN

clip_image025 clip_image026

 

clip_image027Sapi Brahman adalah keturunan sapi Zebu atau Boss Indiscuss. Aslinya berasal dari India kemudian masuk ke Amerika Serikat (AS) pada tahun 1849 dan berkembang pesat disana. Di Amerika Serikat, sapi Brahman ini dikembangkan, diseleksi dan ditingkatkan mutu genetiknya. Setelah berhasil, jenis sapi ini diekspor ke berbagai negara. Dari AS, sapi Brahman menyebar ke Australia dan kemudian masuk ke Indonesia pada tahun 1974. clip_image028

Sapi Brahman relatif tahan terhadap penyakit dan mempunyai variasi wana kulit yang beragam dari yang berwarna putih, coklat sampai yang kehitaman, Brahman memiliki kualitas karkas yang bagus.

Ciri khas sapi Brahman adalah berpunuk besar dan berkulit longgar, gelambir dibawah leher sampai perut lebar dengan banyak lipatan-lipatan. Telinga panjang menggantung dan berujung runcing. Sapi ini adalah tipe sapi potong terbaik untuk dikembangkan.

Persentase karkasnya 45-50%. Keistimewaan sapi ini tidak terlalu selektif terhadap pakan yang diberikan, jenis pakan (rumput dan pakan tambahan) apapun akan dimakannya, termasuk pakan yang jelek sekalipun. Sapi potong ini juga lebih kebal terhadap gigitan caplak dan nyamuk serta tahan panas.5. Sapi BX (Brahman cross)

clip_image029 clip_image030
clip_image031 clip_image032

 

Sapi BX (Brahman Cross), adalah ternak sapi hasil domestikasi/penjinakan sapi Brahmanyang dikembangkan di Amerika dan Australia dan disilangkan dengan berbagai jenis sapi lainnya, seperti sapi Shorthorn, sapi Santa Gertrudis, Droughmaster, Hereford, Simmental, dan sapi LimousinHasil silangan ini kemudian disilangkan lagi dengan sapi Brahman sehingga campuran darah dalam setiap keturunan sangat bervariasi.

Model yang diterapkan dalam pelaksanaan pengembangan sapi Brahman Cross adalah menghasilkan ternak sapi yang memiliki pertumbuhan baik dan tahan terhadap iklim tropis serta tahan terhadap penyakit/hama penyebab penyakit, kutu dan tunggau.

Oleh karena itu, sapi ini cocok dikembangkan di Indonesia yang beriklim tropis.

Warna kulit sapi ini sangat bervariasi antara lain putih abu-abu, hitam, coklat, merah, kuning, bahkan loreng seperti harimau. Pasar tradisional tertentu masih ada yang “fanatik” dengan warna kulit, sehingga dengan banyaknya variasi warna kulit sapi ini bisa memenuhi selera tiap-tiap pasar yang cenderung masih spesifik.

Sapi Brahman Cross mulai diimport Indonesia (Sulawesi) dari Australia pada tahun 1973. Pada tahun 1975, sapi Brahman cross didatangkan ke pulau Sumba dengan tujuan utama untuk memperbaiki mutu genetik sapi Ongole di pulau Sumba. Import`si Brahman cross dari Australia untuk UPT perbibitan (BPTU Sumbawa) dilakukan pada tahun 2000 dan 2001 dalam rangka revitalisasi UPT. Penyebaran di Indonesia dilakukan secara besar-besaran mulai tahun 2006 dalam rangka mendukung program percepatan pencapaian swasembada daging sapi.

Dengan pemeliharaan secara intensif yaitu dengan kandang yang sesuai dan pakan yang berkualitas serta iklim yang menunjang, sapi ini sangat bagus pertumbuhannya. Average Daily Gain (ADG) Brahman Cross berkisar antara 1,0 – 1,8 kg/hari. Bahkan dalam kondisi tertentu bisa mencapai 2 kg/hari. Dibandingkan dengan sapi lokal terutama PO (Peranakan Ongole) yang ADG nya hanya berkisar 0,4 – 0,8 kg/hari tentunya sapi ini lebih menguntungkan untuk fattening (penggemukan).

Karkas Brahman Cross bervariasi antara 45% – 55% tergantung kondisi sapi saat timbang hidup dan performance tiap individunya. Pemeliharaan ideal untuk fattening adalah selama 60-70 hari untuk sapi betina, sedangkan untuk jantannya antara 80-90 hari, karena apabila digemukkan terlalu lama maka perkembangannya akan semakin lambat dan akan terjadi perlemakan dalam daging (marbling) yang hal ini di pasar lokal (RPH) tradisional kurang disukai oleh customer.

Dari berbagai keunggulan tersebut di atas, dewasa ini di Indonesia terutama di wilayah Jawa Barat dan Sumatera banyak bermunculan Feedlot yang secara intensif menggemukan sapi Jenis Brahman Cross ini.6. Sapi SIMMENTAL (METAL)

clip_image034 clip_image035
clip_image036 clip_image037

 

Sapi Simmental di kalangan peternak populer dengan nama Sapi Metal, dan sebagian peternak atau pedagang sapi kadang salah kaprah dengan menyebutnya sapi limousin, bahkan ada yang menyebut sapi Brahman.

Sapi Simmental (juga termasuk Bos Taurus), berasal dari daerah Simme di negara Switzerland (Swiss), namun sekarang berkembang lebih cepat di benua Amerika, serta di Australia dan Selandia Baru (New Zealand). Sapi ini merupakan tipe sapi perah dan pedaging.

Sapi jantan dewasanya mampu mencapai berat badan 1150 kg sedang betina dewasanya 800 kg. Secara genetik, sapi Simmental adalah sapi potong yang berasal dari wilayah beriklim dingin, merupakan sapi tipe besar, mempunyai volume rumen yang besar, voluntary intake (kemampuan menambah konsumsi diluar kebutuhan yang sebenarnya) yang tinggi dan metabolic rate yang cepat, sehingga menuntut tata laksana pemeliharaan yang lebih teratur.7. Sapi MADURA

clip_image039 clip_image040
clip_image041 clip_image042

 

Sapi Madura adalah salah satu sapi potong lokal yang asli Indonesia, pada awalnya banyak didapatkan di Pulau Madura, namun sekarang sudah menyebar ke seluruh Jawa Timur.

Sapi Madura pada mulanya terbentuk dari persilangan antara banteng dengan Bos indicus atau sapi Zebu, yang secara genetik memiliki sifat toleran terhadap iklim panas dan lingkungan marginal serta tahan terhadap serangan caplak.

Karakteristik sapi Madura sangat seragam, yaitu bentuk tubuhnya kecil, kaki pendek dan kuat, bulu berwarna merah bata agak kekuningan tetapi bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna putih dengan peralihan yang kurang jelas; bertanduk khas dan jantannya bergumba

Ciri-ciri umum fisik Sapi Madura adalah : Jantan maupun betinanya sama-sama berwarna merah bata; Paha belakang berwarna putih; Kaki depan berwarna merah muda; Tanduk pendek beragam, pada betina kecil dan pendek berukuran 10 cm, sedangkanpada jantannya berukuran 15-20 cm; Panjang badan mirip Sapi Bali tetapi memiliki punuk walaupun berukuran kecil.

Secara umum, Sapi Madura memiliki beberapa keunggulan antara lain mudah dipelihara; Mudah berbiak dimana saja; Tahan terhadap berbagai penyakit; Tahan terhadap pakan kualitas rendah.Dengan keunggulan tersebut, Sapi Madura banyak diminati oleh para peternak bahkan para peneliti dari Negara lain. Sudah banyak Sapi Madura dikirim ke daerah lain.

Sapi dalam kehidupan masyarakat Madura, bukan hanya mempunyai tempat khusus di kehidupan para petani di Madura, Sapi Madura juga membawa pengaruh terhadap tradisi budaya yang memberikan efek positip terhadap kelestarian Sapi Madura ini. Sapi Madura berjenis kelamin jantan, dimanfaatkan sebagai “Sapi Kerapan” yang menjadi salah satu aset pariwisata penting di Pulau Madura.8. Sapi BRANGUS

clip_image043

clip_image044 clip_image045






Sapi Brangus ini adalah persilangan betina Brahman dan pejantan Aberden Angus.
Sapi Brangus ini juga merupakan salah satu dari jenis BX (Brahman cross).

Ciri-ciri sapi Brangus antara lain warna hitam, leher dan telinga pendek, punggung lurus, badan kompak dan padat, kaki kuat dan kokoh, komposisi darah 5/8 Angus dan 3/8 Brahman.

Keunggulan sapi Brangus antara lain tubuh besar dan kompak, pertumbuhannya cepat, berat badan dewasa di atas 900 kg, tahan terhadap iklim tropis dan pakannya sederhana.9. Sapi ABERDEEN ANGUS

clip_image047 clip_image048
Sapi Aberdeen Angus ini masuk di Indonesia melalui Selandia Baru, tapi awal mulanya berasal dari Skotlandia.

Ciri-ciri sapi Aberdeen Angus antara lain warna hitam, leher dan telinga pendek, penuh bulu, punggung lurus, badan kompak dan padat, kaki kuat dan kokoh.

Keunggulan sapi Aberdeen Angus antara lain tubuh besar dan kompak, pertumbuhannya badan cepat, berat badan dewasa di atas 900 kg, tahan terhadap iklim dan pakan tropis.10. Sapi ANGUS

clip_image050 clip_image051
Sapi Angus merupakan sapi yang mempunyai tingkat kualitas karkas yang sangat bagus, serta mempunyai ketahanan terhadap penyakit dan merupakan keturunan dari sapi Brahman.

Sapi Angus ini masuk ke Indonesia melalui Selandia Baru.

Sapi ini juga mempunyai tingkat produktivitas dalam berkembang biak yang sangat bagus, dimana betinanya mempunyai kemampuan yang sangat bagus untuk berkembang biak dan menyusui anaknya.
Sapi Angus ini juga merupakan salah satu dari jenis BX (Brahman cross).11. Sapi SANTA GERTRUDIS

clip_image052 clip_image054
Sapi Santa Gertrudis ini adalah hasil persilangan antara pejantan Brahman dan betina shorthornyang di kembangkan pertama kali di King Ranch Texas Amerika serikat tahun 1943.

Sapi Santa Gertrudis ini masuk Indonesia mulai tahun 1973, bobot jantan dewasa di atas 900 kg dan betina di atas 725 kg. Sapi ini juga merupakan salah satu dari jenis BX (Brahman cross).12. Sapi DROUGHMASTER

clip_image056 clip_image057
Sapi Droughmaster merupakan persilangan antara betina Brahman dan pejantan Shorthorn, dikembangkan di Australia dan jarang sekali kita jumpai di Indonesia.

Sapi Droughmaster ini juga merupakan salah satu dari jenis BX (Brahman cross).13. Sapi SHORTHORN

clip_image058 clip_image060
Sapi Shorthorm ini dikembangkan di negara Inggris bagian utara. Bobot jantan dewasa di atas 1100 kg sedangkan bobot betina di atas 850 kg.

Sapi Shorthorm berwarna merah coklat tua, putih, merah coklat tua dan putih. Mempunyai bentuk puting susu yang baik dan produksi susunya pun baik. Anaknya kecil, namun akan tumbuh dengan cepat besar. Kualitas dagingnya baik.

Sapi ini sebenarnya sebagai sapi perah. Di eksport dari Inggris ke Amerika pertama kali pada tahun 1780. Disebut juga sebagai sapi jenis DURHAM.14. Sapi BEEFMASTER

clip_image061 clip_image063
Sapi Beefmaster merupakan persilangan antara sapi Brahman, sapi Hereford, dan sapi Shorthorn yang dikembangkan pertama kali oleh Mr. Lasater.

Kombinasi antara ketiga sapi tersebut menghasilkan sapi yang superior. Sapi Beer Master ini juga merupakan salah satu dari jenis BX (Brahman cross).15. Sapi RED ANGUS

clip_image064 clip_image066
Sapi Red Angus tidak bertanduk, sangat mudah berkembang biak, dan cepat dewasa. Kualitas dagingnya sangat baik.

Sapi Red Angus merupakan hasil kawin silang antara sapi asli di Aberdeenshire (Inggris) dengan sapi asli dari Angus (Skotlandia). Pertama di eksport ke benua lain tahun 1873.16. Sapi CHAROLAIS

clip_image067 clip_image069
Sapi Charolais ini dikembangkan di negara Perancis, warna bulu perak dan merupakan jenis paling besar di negara tersebut, sapi ini jarang di jumpai di pasar-pasar tradisional.

Pertumbuhan badan sapi Charolais per hari mampu mencapai 1,3 kg (pada saat masa pertumbuhan).17. Sapi FH (Friesian Holstein/Fries Holland)

clip_image070 clip_image072
Sapi Fresian (Fries) ini merupakan sapi penghasil susu paling utama di dunia. Sapi ini mempunyai produktivitas yang sangat baik.

Warna kulitnya hitam putih dengan batas jelas, ujung ekornya putih. Bila adat warna hitam di bawah tardus, tidak boleh dipotong sampai atas.

 

18
Jan
14

BERTANI KAYU ALBAZIA MENUJU KEJAYAAN


Dalam rangka program pemerintah saat ini memberikan otonomi desa untuk mengelola potensi daerahnya dan kemandirian desa, maka dalam kesempatan ini saya memulai mengembangkan kayu albasia yang saat ini tergolong kayu yang cepat dipanen. @ dilanjut…..koneksi terganggu.

12
Jul
13

jalan di kec. paranggupito


jalan di kec. paranggupito

16
Mar
12

Ombak Membesar Pantai nambu Merusak warung di tepi pantai


Kembali terjadi Ombak besar menerjang sepanjang pantai di Kecamatan Paranggupito, Wonogiri selama beberapa hari terakhir. Ketinggian ombak bahkan mencapai sepuluh meter, hingga menyentuh tebing Pantai Nampu kecamatan setempat. Akibatnya, seluruh perahu milik nelayan bocor dan puluhan warung di tepi pantai rusak.

Ketua Koperasi Nelayan Parang Bahari Paranggupito, Sucipto mengungkapkan, terjangan ombak terparah berlangsung selama tiga hari belakangan ini. Terjangan ombak mengakibatkan abrasi parah di tebing pantai. “Paling parah terjadi kemarin (Rabu 13/3). Tinggi ombaknya sampai sepuluh meter. Garis pantainya sampai mundur 25 meter hingga menyentuh tebing. Pasir pantainya habis terseret ombak,” katanya.

Hantaman ombak menyebabkan seluruh perahu nelayan yang berjumlah tiga unit itu mengalami kerusakan. Dua di antaranya bolong pada bagian lambung. Adapun satu lainnya mengalami keretakan. “Perahunya dihempas ombak sehingga membentur batu berkali-kali sampai bocor. Padahal, semua perahu itu sudah dicancang (diikat) menggantung pada tebing,” ujarnya.

Alhasil, nelayan tidak bisa lagi melaut. Selain bodi rusak, mesinnya juga sering macet. Mereka hanya bisa mengandalkan pencaharian dengan memancing lobster dari tebing-tebing pantai. Sebagian lainnya memilih bertani. “Mereka beralih ke pertanian dengan menanam kacang,” imbuhnya.

Jalan atau tangga menuju pantai juga ambrol sepanjang 25 meter. Padahal, tangga tersebut menjadi akses pengunjung menuju bibir pantai.

Di samping itu, sekitar 30 warung di tepi pantai terkena terjangan ombak. Hanya empat yang masih utuh. Warga terpaksa membongkar warung yang tersisa karena khawatir roboh diterjang ombak. “Beberapa warung sudah menggantung separuh. Bahkan ada yang jatuh ke air, padahal sudah diikat ke tebing,” katanya.

02
Feb
12

Tarif Pajak Penghasilan


Powered by Max Banner Ads

Tarif Pajak Penghasilan secara umum (disebut juga tarif Pasal 17) diterapkan atas Penghasilan Kena Pajak Wajib Pajak dalam negeri dan BUT untuk menghitung Pajak Penghasilan terutang dalam satu tahun pajak atau dalam bagian tahun pajak. Tarif umum ini dibedakan untuk Wajib Pajak badan dalam negeri/BUT dan Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri.

Untuk keperluan penerapan tarif pajak atas Penghasilan Kena Pajak, maka jumlah Penghasilan Kena Pajak tersebut dibulatkan dahulu ke bawah ribuan rupiah penuh.

Misalnya Penghasilan Kena Pajak sebesar Rp120.324.900,00 untuk penerapan tarif dibulatkan ke bawah menjadi Rp120.324.000,00.

Dengan Peraturan Pemerintah dapat diterapkan tarif pajak tersendiri yang dapat bersifat final atas Penghasilan Tertentu yang dikenakan Pajak Penghasilan berdasarkan Pasal 4 Ayat (2) Undang-undang Pajak Penghasilan. Besarnya tarif khusus ini tidak boleh melebihi tarif umum pajak tertinggi berdasarkan Pasal 17 Ayat (1).

Penentuan tarif pajak tersendiri tersebut didasarkan atas pertimbangan kesederhanaan, keadilan dan pemerataan dalam pengenaan pajak.

Berdasarkan Undang-undang No.17 Tahun 2000 tentang perubahan ketiga Undang-undang Pajak Penghasilan yang mulai berlaku untuk tahun pajak 2001, tarif pajak dibedakan menjadi dua yaitu untuk Wajib Pajak Badan & BUT dan Wajib Pajak Orang Pribadi. Selengkapnya tarif tersebut disajikan dalam bagian di bawah ini.
Tarif Pajak Badan Dalam Negeri Dan BUT

Tarif pajak yang diterapkan atas Penghasilan Kena Pajak Wajib Pajak badan dalam negeri dan Bentuk Usaha Tetap adalah sebagai berikut :

Lapisan Penghasilan Kena Pajak

Tarif Pajak

Sampai dengan Rp50.000.000,00

10%

Di atas
Rp50.000.000,00 sampai dengan Rp100.000.000,00

15%

Di atas
Rp100.000.000,00

30%

Tarif Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri

Tarif pajak yang diterapkan atas Penghasilan Kena Pajak Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri adalah sebagai berikut :

Lapisan Penghasilan Kena Pajak

Tarif Pajak

Sampai dengan Rp25.000.000,00

5%

Di atas
Rp25.000.000,00 sampai dengan Rp50.000.000,00

10%

Di atas
Rp50.000.000,00 sampai dengan Rp100.000.000,00

15%

Di atas
Rp100.000.000,00 sampai dengan Rp200.000.000,00

25%

Di atas
Rp200.000.000,00

35

02
Feb
12

PPh Pasal 21 atas Tunjangan Hari Raya (THR)


Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar pada Selasa 24 Agustus 2010 telah mengeluarkan surat edaran, menginstruksikan kepada perusahaan, maksimal H-7 sebelum lebaran, THR harus diterimakan. Pemberian THR keagamaan bagi pekerja/buruh di perusahaan telah diatur dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER.04/MEN/1994 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja di Perusahaan.

Peraturan Menteri Tenaga Kerja tersebut, mewajibkan pengusaha untuk memberikan THR keagamaan kepada pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja tiga bulan atau lebih secara terus-menerus. Berdasarkan peraturan itu, besarnya THR pekerja/buruh yang memiliki masa kerja 12 bulan atau lebih mendapat THR minimal satu bulan gaji. Sedangkan pekerja/buruh yang bermasa kerja tiga bulan hingga kurang dari 12 bulan, mendapat THR proporsional, yaitu dengan menghitung masa kerja yang sedang berjalan dibagi 12 bulan lalu dikali satu bulan upah.

Terkait dengan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) tersebut maka kewajiban yang harus dilakukan oleh pemberi kerja adalah pemotongan PPh Pasal 21 atas THR tersebut. Perhitungan PPh Pasal 21 atas THR tahun 2010 dibandingkan dengan tahun 2009 tidak mengalami perubahan, yaitu mengacu kepada Undang-Undang PPh Nomor 36 tahun 2008 dan Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-31/PJ/2009 tentang Pedoman Teknis Tata Cara Pemotongan, Penyetoran, dan Pelaporan PPh Pasal 21/26 Sehubungan dengan Pekerjaan, Jasa, dan Kegiatan Orang Pribadi, yang telah diubah dengan Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER – 57/PJ/2009.

Penghitungan PPh Pasal 21 atas THR bagi Pegawai Tetap

Apabila kepada pegawai tetap diberikan jasa produksi, tantiem, gratifikasi, bonus, premi, tunjangan hari raya, dan penghasilan lain semacam itu yang sifatnya tidak tetap dan biasanya dibayarkan sekali setahun, maka PPh Pasal 21 dihitung dan dipotong dengan cara sebagai berikut :

dihitung PPh Pasal 21 atas penghasilan teratur yang disetahunkan ditambah dengan penghasilan tidak teratur berupa tantiem, jasa produksi, dan sebagainya.
dihitung PPh Pasal 21 atas penghasilan teratur yang disetahunkan tanpa tantiem, jasa produksi, dan sebagainya.
selisih antara PPh Pasal 21 menurut penghitungan angka 1 dan 2 adalah PPh Pasal 21 atas penghasilan tidak teratur berupa tantiem, jasa produksi, dan sebagainya.

Contoh:

Joko Qurnain (tidak kawin) bekerja pada PT Qolbu Jaya dengan memperoleh gaji sebesar Rp 2.000.000,00 sebulan. Dalam tahun yang bersangkutan Joko menerima THR sebesar Rp 5.000.000,00. Setiap bulannya Joko membayar iuran pensiun ke dana Pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan sebesar Rp 60.000,00

Cara menghitung PPh Pasal 21 atas THR adalah :

a. PPh Pasal 21 atas Gaji dan THR (penghasilan setahun):
Gaji setahun (12 x Rp 2.000.000,00)
THR
Rp 24.000.000,00
Rp 5.000.000,00
Penghasilan bruto setahun
Rp 29.000.000,00
Pengurangan :
1. Biaya Jabatan
5% x Rp 29.000.000,00 =
2. Iuran pensiun setahun
1 2 x Rp 60.000,00 =

Rp 1.450.00,00

Rp 720.000,00

Rp 2.170.000,00
Penghasilan neto setahun
Rp 26.830.000,00
PTKP
– untuk WP sendiri
Rp 15.840.000,00
Penghasilan Kena Pajak
Rp 10.990.000,00
PPh Pasal 21 terutang
5% x Rp 10.990.000,00 =

Rp 549.500,00

b. PPh Pasal 21 atas Gaji Setahun

Gaji setahun (12x Rp 2.000.000,00)
Rp 24.000.000,00

Pengurangan :
1. Biaya Jabatan
5% x Rp 24.000.000,00=
2. Iuran pensiun setahun
12 x Rp 60.000,00=

Rp 1.200.000,00

Rp 720.000,00

Rp 1.920.000,00
Penghasilan neto setahun
Rp 22.080.000,00
PTKP
– untuk WP sendiri
Rp 15.840.000,00
Penghasilan Kena Pajak
Rp 6.240.000,00
PPh Pasal 21 terutang
5% x Rp 6.240.000,00=

Rp 312.000,00

c. PPh Pasal 21 atas THR

PPh Pasal 21 atas THR adalah :

Rp 549.500,00 – Rp 312.000,00 = Rp 237.500,00

Karyawati Ken Prameswari (tidak kawin) bekerja pada PT Prabu Kedaton dengan memperoleh gaji sebesar Rp 2.750.000,00 sebulan. Perusahaan ikut dalam program jamsostek. Premi Jaminan Kecelakaan Kerja dan premi Jaminan Kematian dan Iuran Jaminan Hari Tua dibayar oleh pemberi kerja setiap bulan masing-masing sebesar 1,00%, 0,30% dan 3,70% dari gaji. Prameswari membayar iuran Pensiun Rp 50.000,00 dan iuran Jaminan Hari Tua sebesar 2,00% dari gaji untuk setiap bulan. Dalam tahun berjalan dia juga menerima THR sebesar Rp 4.000.000,00

Cara menghitung PPh Pasal 21 atas THR adalah sebagai berikut :

a. PPh Pasal 21 atas Gaji dan Bonus (penghasilan setahun):
Gaji setahun (12 x Rp 2.750.000,00)
THR
Premi Jaminan Kecelakaan Kerja
12xRp 27.500,00
Premi Jaminan Kematian
12 x Rp 8.250,00

Rp 33.000.000,00

Rp 4.000.000,00

Rp 330.000,00

Rp 99.000,00

Penghasilan bruto setahun Rp 37.429.000,00
Pengurangan :
1. Biaya Jabatan
5% x Rp 37.429.000,00=
2. Iuran pensiun setahun
12 x Rp 50.000,00=
3. Iuran Jaminan Hari Tua 12 x Rp 55.000,00=

Rp 1.871.450,00

Rp 600.000,00

Rp 660.000,00

Rp 3.131.450,00
Penghasilan neto setahun Rp 34.297.550,00
PTKP
– untuk WP sendiri Rp 15.840.000,00
Penghasilan Kena Pajak
Dibulatkan Rp 18.457.550,00
Rp 18.457.000,00
PPh Pasal 21 terutang
5% x Rp 18.457.000,00 =

Rp 922.850,00

b. PPh Pasal 21 atas Gaji Setahun
Gaji setahun (12xRp 2.750.000,00) =
Premi Jaminan Kecelakaan Kerja 12 x Rp 27.500,00 =
Premi Jaminan Kematian
12 x Rp 8.250,00 =

Rp 33.000.000,00

Rp 330.000,00

Rp 99.000,00
Jumlah Rp 33.429.000,00
Pengurangan :
1. Biaya Jabatan
5% x Rp 33.429.000,00=
2. Iuran pensiun setahun
12 x Rp 50.000,00=
3. Iuran Jaminan Hari Tua
12 x Rp 55.000,00=

Jumlah

Rp 1.671.450,00

Rp 600.000,00

Rp 660.000,00

Rp 2.931.450,00

Penghasilan neto setahun = Rp 30.497.550,00
PTKP
– untuk WP sendiri Rp 15.840.000,00
Penghasilan Kena Pajak
Pembulatan Rp 14.657.550,00
Rp 14.657.000,00
PPh Pasal 21 terutang
5% x Rp 14.657.000,00=

Rp 732.850,00

c. PPh Pasal 21 atas THR

PPh Pasal 21 atas Bonus adalah :
Rp 922.850,00 – Rp 732.850,00 = Rp 190.000,00

24
Jan
12

UMR 2012 untuk daerah DKI Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang Bekasi dan daerah lainnya di Indonesia


UMR DKI Jakarta 2012 atau yang sekarang dikenal dengan sebutan UMP atau Upah minimum Provinsi, untuk wilayah DKI Jakarta pada tahun 2011 ditetapkan sebasar Rp 1.529.150.

Tiap daerah tentu akan berbeda dengan daerah lainnya, berikut UMR 2012 untuk Kota dan Kabupaten :

Upah Minimum Kota (UMR 2012) DKI Jakarta Rp1.529.150
Upah Minimum Kota (UMR 2012) Depok Rp 1.424.797
Upah Minimum Kota (UMR 2012) Bogor Rp 1.174.200
Upah Minimum Kota (UMR 2012) Tangerang Rp 1.379.000
Upah Minimum Kota (UMR 2012) Bandung Rp 1.271.625
Upah Minimum Kota (UMR 2012) Cimahi Rp. 1.209.442
Upah Minimum Kab. (UMR 2012) Bandung Rp 1.223.800
Upah Minimum Kab. (UMR 2012) Bandung Barat Rp 1.236.991
Upah Minimum Kota (UMR 2012) Tasikmalaya Rp 950.000
Upah Minimum Kab Bekasi (UMR 2012) Rp 1.491.866
Upah Minimum Kota Bekasi (UMR 2012) Rp 1.849.000.
Upah Minimum Kab.Bogor (UMR 2012) Rp 1.269.320
Upah Minimum Kab. Sukabumi (UMR 2012) Rp 885.000
Upah Minimum Kota Sukabumi (UMR 2012) Rp.890.000
Upah Minimum Kab. Cianjur (UMR 2012) Rp 876.500
Upah Minimum Kab. Cirebon (UMR 2012) Rp 956.650
Upah Minimum (UMR 2012) Kab. Indramayu Rp 994.864
Upah Minimum (UMR 2012) Kota Banjar Rp 780.000
Upah Minimum (UMR 2012) Kab. Sumedang Rp 1.007.500
Upah Minimum (UMR 2012) Kab. Garut Rp 880.000
Upah Minimum (UMR 2012) Kab. Ciamis Rp 793.750
Upah Minimum (UMR 2012) Kab. Subang Rp 862.500
Upah Minimum (UMR 2012) Kab. Purwakarta Rp 1.047.500
Upah Minimum (UMR 2012) Kab. Karawang Rp 1.269.227
Upah Minimum (UMR 2012) Kab. Majalengka Rp 800.000
Upah Minimum (UMR 2012) Kota Cirebon Rp 980.000
Upah Minimum (UMR 2012) Kab. Tasikmalaya Rp 946.000
Upah Minimum (UMR 2012) Kab. Kuningan Rp 805.000

Semoga gajiku naik di atas UMR… Amin….
Incoming search terms:
umr 2012,UMR tangerang tahun 2012,umr bandung 2012,umr kota bandung 2012,umr indonesia 2012,umr 2012 indonesia,umr bandung,gaji umr 2012 jakarta,umr jabodetabek 2012,umr2012

Perjanjian dalam Kontrak kerja karyawan kontrak berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.

Cara Perhitungan Gaji karyawan (January 5th, 2012)
Cara Perhitungan Gaji karyawan


Cara Perhitungan gaji karyawan masih banyak di antara kita yang bingung dan belum mengerti bagaimana perhitungan yang seharusnya kita terima. Berikut adalah Cara perhitungan gaji yang membuat pikiran kita tidak negatif bahwa perusahaan menggaji kita tidak sebagai mana mestinya.

Sekarang ini sudah banyak program-program perhitungan gaji karyawan yang dapat diperoleh dan dimanfaatkan oleh perusahaan untuk menentukan besarnya gaji karyawannya sehingga memudahkan bagian keuangan dalam melakukan . Namun tetap saja, kita sebagai karyawan sebaiknya mengetahui cara perhitungan gaji karyawan tersebut, jadi kalo ada kesalahan hitung kita bisa cuap cuap sama HRD nya… hehehehe.

Apakah Sebenarnya Gaji Itu?

Gaji adalah bentuk balas jasa atau penghargaan yang diberikan oleh suatu perusahaan atas jasa dan hasil kerja karyawannya berupa Uang sesuai kesepakatan yang telah di sepakati bersama pada saat wawancara. Gaji juga kita kenal sebagai upah atau kompensasi. Setiap perusahaan akan berbeda tentang pembagian gaji, ada gaji yang diberikan secara harian, mingguan, dan gaji umumnya diberikan setiap akhir bulan dan biasanya UMR tergantuk Kontrak Kerja.

Besarnya gaji juga ditentukan oleh tingkat pendidikan dan jabatan serta lama bekerja di perusahaan tersebut. Gaji karyawan dapat mengalami kenaikan setiap tahunnya. Hal ini disesuaikan dengan prestasi kerja karyawan tersebut.

Perhitungan Gaji Karyawan

Perhitungan Gaji pokok biasanya ditentukan di awal penerimaan karyawan (pada saat wawancara) dan besarnya telah disepakati oleh kedua belah pihak. Namun di luar itu, ada pula perhitungan gaji yang ditentukan oleh jumlah hari kerja karyawan dengan asumsi hari kerja yang normal adalah 6 hari kerja dan berkurang jika ada hari libur nasional.

Gaji karyawan juga dapat dipengaruhi banyaknya jam lembur yang dilakukan oleh karyawan. Namun uang lembur ini akan ditambahkan pada gaji yang diterima karyawan jika ada kesepakatan dari perusahaan bahwa saat karyawan bekerja di luar jam kerjanya maka akan mendapatkan uang lembur.

Ada lagi gaji pokok yang terpisah dengan uang makan dan uang transportasi. Maka perhitungan gaji karyawan akan menjadi total gaji = gaji pokok + uang makan + transportasi + Tunjangan + Insentif.

Uang makan dan uang transportasi hanya didapatkan oleh karyawan jika karyawan itu masuk/hadir pada jam kerja yang seharusnya. Jika karyawan tersebut tidak masuk karena sakit atau ijin, maka tidak mendapatkan uang makan dan uang transportasi. Tetapi ada juga perusahaan yang perhitungan gaji memotong gaji 1 hari full jika karyawan ayng bersangkutan tidak masuk karena izin atau alfa.
Cara Perhitungan gaji karyawan

Cara Perhitungan gaji karyawan

Uang insentif biasanya akan ditambahkan pada gaji yang diterima karyawan jika karyawan itu selama satu minggu penuh atau selama satu bulan penuh selalu hadir atau tidak pernah absen. Kebijaksanaan penambahan uang insentif ditentukan oleh perusahaan.

Selain gaji pokok, uang makan, uang transportasi dan insentif, ada lagi yang dinamakan tunjangan. Tunjangan yang biasanya diberikan oleh perusahaan adalah tunjangan kesehatan dan tunjangan jabatan.

Tunjangan kesehatan diberikan pada saat karyawan mengalami musibah sakit atau kecelakaan yang besarnya telah ditentukan oleh perusahaan setiap bulannya. Sedangkan tunjangan jabatan diberikan bagi karyawan yang memiliki jabatan tertentu misalnya seorang Kepala Bagian, Manager Keuangan, Direktur dan jabatan lainnya. perhitungan gaji

Ada pula tunjangan khusus yang diberikan bagi karyawan pada event-event tertentu seperti lebaran dan hari raya lainnya yang dikenal dengan nama Tunjangan Hari Raya. Besarnya tunjangan hari raya biasanya adalah satu bulan gaji pokok. Syarat untuk menerima Tunjangan Hari Raya ini diberikan pada karyawan yang telah bekerja di perusahaan itu minimal satu tahun.

Jadi perhitungan gaji = gaji pokok + uang makan + transportasi + Tunjangan + Insentif. (Bener ga sich perhitungan gaji nya? )

Mungkin itulah garis besar Cara Perhitungan Gaji karyawan, ada ayng mau menambahkan ?

Perjanjian dalam Kontrak kerja karyawan kontrak berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan (October 18th, 2011)

Perjanjian dalam Kontrak kerja karyawan kontrak berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan

Berdasarkan UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN, terutama Pasal 59 yang isinya sebagai berikut :

Perjanjian kerja untuk waktu tertentu hanya dapat dibuat untuk pekerjaan tertentu yang menurut jenis dan sifat atau kegiatan pekerjaannya akan selesai dalam waktu tertentu, yaitu :
a. pekerjaan yang sekali selesai atau yang sementara sifatnya;
b. pekerjaan yang diperkirakan penyelesaiannya dalam waktu yang tidak terlalu lama dan paling lama 3 (tiga) tahun;
c. pekerjaan yang bersifat musiman; atau
d. pekerjaan yang berhubungan dengan produk baru, kegiatan baru, atau produk tambahan yang masih dalam percobaan atau penjajakan.
Perjanjian kerja untuk waktu tertentu tidak dapat diadakan untuk pekerjaan yang bersifat tetap.
Perjanjian kerja untuk waktu tertentu dapat diperpanjang atau diperbaharui.
Perjanjian kerja waktu tertentu yang didasarkan atas jangka waktu tertentu dapat diadakan untuk paling lama 2 (dua) tahun dan hanya boleh diperpanjang 1 (satu) kali untuk jangka waktu paling lama 1 (satu) tahun.
Pengusaha yang bermaksud memperpanjang perjanjian kerja waktu tertentu tersebut, paling lama 7 (tujuh) hari sebelum perjanjian kerja waktu tertentu berakhir telah memberitahukan maksudnya secara tertulis kepada pekerja/buruh yang bersangkutan.
Pembaruan perjanjian kerja waktu tertentu hanya dapat diadakan setelah melebihi masa tenggang waktu 30 (tiga puluh) hari berakhirnya perjanjian kerja waktu tertentu yang lama, pembaruan perjanjian kerja waktu tertentu ini hanya boleh dilakukan 1 (satu) kali dan paling lama 2 (dua) tahun.
Perjanjian kerja untuk waktu tertentu yang tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), ayat (2), ayat (4), ayat (5), dan ayat (6) maka demi hukum menjadi perjanjian kerja waktu tidak tertentu.
Hal-hal lain yang belum diatur dalam Pasal ini akan diatur lebih lanjut dengan Keputusan Menteri.

Dari Penjabaran di atas, sebenarnya kita bisa menganalisa sendiri bahwa kita itu mempunyai masa kerja kontrak yaitu 2 kali. yang pertama kita di kontrak saat masuk kerja dengan waktu maksimal adalah 2 tahun, kemudian boleh di perpanjang 1 kali lagi dengan waktu paling lama 1 tahun. jadi jika mengacu pada peraturan tersebut dan mengambil waktu maksimum kontrak kerja, maka setelah 3 tahun dan kita masih bekerja di tempat tersebut, seharusnya kita sudah di angkat sebagai karyawan tetap.

Tetapi pada kenyataannya, banyak dari kita yang masih mau di kontrak terus menerus tanpa mengetahui kapan akan di angkat sebagai karyawan tetap. hal ini di sebabkan oleh 2 faktor, yaitu Ketidak tahuan pekerja terhadap peratuan pemerintah yang di manfaatkan oleh perusahaan dan Tau peraturan pemerintah, tapi apabila meminta pengangkatan sebagai karyawan tetap takut di pecat atau di keluarkan dari pekerjaan yang intinya takut kehilangan pekerjaan. inilah kelemahan kita semua sebagai pekerja yang tidak memiliki keahlian dan pendidikan yang cukup.

Lalu solusinya bagaimana ? tentu pertanyaan ini yang terlintas di benak kita.. Jika kita tidak meminta pengangkatan dan kontrak selamanya sewaktu-waktu kita dapat di keluarkan dari perusahaan tanpa mendapatkan apa2. jika memaksa minta pengangkatan takut kehilangan pekerjaan.. jadilah buah si malakama dan akhirnya memilih ikutin aza dech mau perusahaan.

Solusinya yaitu harus dengan membicarakannya langsung ke personalia!, bingung apa yang mau di bicarakan… ya ampun… khan di atas dah jelas… hehehe. oke lah coba di bantu lagi.. misalnya gini.. “Pak/Ibu.. saya sudah 3 tahun bekerja di sini dengan 2 kali masa kontrak kerja, berdasarkan pasal 59 undang-undang nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan maka saya dengan ini mengajukan diri untuk di angkat sebagai Karyawan tetap”, kalo jawabannya Positif, alhamdulillah tetapi kalo jawabannya negatif ya Alhamdulillah juga… hehehe

lalu apa yang harus di lakukan jika jawabannya negatif? yang harus di lakukan adalah melapor ke Depnaker setempat. tetapi sebaiknya menunggu gajian dulu.. koq nunggu gajian sich.. ya iya lah.. nanti ongkos ke depnaker pake apa.. masa jalan kaki.. hehehehe. tujuan dari nunggu gajian adalah kita punya struk gajian setelah masa kerja kita habis kontrak.. berarti khan dah lewat 1 bulan.. inilah senjata utama kita.. jangan lupa copy kontrak pertama dan kontrak kedua di bawa ke depnaker.. Insya Allah dengan terpaksa perusahaan akan mengangkat anda menjadi karyawan tetap. jika pun di keluarkan, anda akan mendapatkan hak-hak anda sebagai karyawan…🙂 lihat saja pasal 59 ayat 7… jadi aman…

jika ada




Categories

August 2016
F S S M T W T
« Apr    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

TEMPAT WISATA DI GUNTURHARJO

More Photos

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.