12
Sep
16

 Penggemukan Sapi, Menggiurkan Namun Diremehkan


Selamat pagi sobat ternak, minggu ini tim usahaternak akan mengulas kembali informasi hot seputar sapi. Tema yang akan kami ulas adalah berhubungan dengan usaha dan bisnis. Yaitu usaha yang membutuhkan modal lumayan, namun hasilnya pasti. Usaha penggemukan sapi potong. Kenapa kami bilang hasilnya pasti? Karena usaha ini adalah usaha sapi pedaging, sebagaimana kita ketahui bahwa konsumsi daging sapi di Indonesia sangat besar. Selain dikonsumsi langsung, daging sapi juga merupakan kebutuhan utama pabrik yang memproduksi aneka olahan daging sapi. Jadi dapat kita simpulkan bahwa usaha penggemukan ini tidak akan mati, apalagi setelah kita mengetahui fakta bahwa kebutuhan sapi nasional saat ini hanya mampu terpenuhi sepertiganya saja. Yaitu pada kisaran 20% dari taraf konsumsi yang mencapai 60%. Dan sudah pasti, permintaan akan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya tahun dan jumlah penduduk.
penggemukan sapi potong, sapi limousine, sapi simmental, ternak sapi | usaha ternak
Prospek penggemukan sapi sangat menjanjikan, walau butuh modal besar

Kenapa Wirausaha Penggemukan Sapi Perlu Digalakkan?

Untuk kita ketahui, mahalnya harga daging sapi ini bukanlah murni kesalahan dari pemerintah, pada dasarnya upaya pemerintah dalam menangani kasus yang satu ini sudah cukup baik. Namun, baik itu bukan berarti menyelesaikan segalanya. Pemerintah lebih memilih untuk mengimpor daging sapi sebagai ganti untuk memenuhi permintaan pasar. Andaikan para peternak sapi lokal mau untuk ikut berpartisipasi aktif meningkatkan taraf produksi dan memaksimalkan pola pembesarannya, tentu tidak akan serunyam ini. Kebanyakan para peternak kecil berpikir bahwa ternak sapi hanyalah sambilan dalam memenuhi kebutuhan hidup. Memang sih, keuntungannya 3-5 juta sudah menggiurkan untuk sekali gebrakan, namun jika skala produksi hanya stagnan dan tidak berani untuk berkorban memperbesar jumlah produksi, maka selamanya kita hanya akan menjadi pupuk bawang saja. Inilah pentingnya digalakkan usaha penggemukan sapi di berbagai daerah di Indonesia.
Negara kita merupakan negara tropis yang didalamnya banyak sekali sumber daya yang dapat digali. Contoh, kita tidak perlu ribet dalam mencari pakan untuk sapi yang digemukkan, sudah ada berbagai jenis pakan alami yang disediakan oleh alam dan teknologi pakan buatan yang kualitasnya tidak kalah dengan pakan impor, hampir semuanya mudah didapat. Tinggal bagaimana kesadaran dan kesabaran para peternak lokal dalam menjalankan usaha ini. Dengan mau bergerak untuk menyelamatkan produksi sapi lokal, maka secara langsung kita sudah berperan aktif membantu pemerintah dalam menghemat devisa lokal yang ada. Di bawah ini beberapa keuntungan menjalankan bisnis pembesaran / penggemukan sapi potong di Indonesia :
  • Tidak rumit, segalanya sudah tersedia.
  • Permintaan sangat besar / sudah pasti laku.
  • Waktu panen singkat, antara 3-6 bulan.
  • Limbah bekas sapi semuanya dapat dijual kembali.
  • Dapat meningkatkan pendapatan peternak kecil secara berkala.

Kebanyakan para peternak tidak sadar akan hal ini dan takut setelah melihat banyaknya modal yang dibutuhkan. Padahal saat ini masyarakat kecil sudah dimudahkan oleh pemerintah untuk mendapatkan pinjaman modal usaha kecil menengah. Dengan berani mengambil resiko, itu berarti sudah ada inisiatif untuk mengembangkan usaha dan memperoleh kehidupan yang lebih mapan. Selain itu, demi tercukupinya kebutuhan daging sapi lokal, regional dan nasional karena saat ini pemerintah dengan program – programnya sudah mau mengurangi impor sapi dari negara tetangga.

Persiapan Penggemukan Sapi Potong/ Pedaging

Untuk memulai usaha penggemukan sapi potong dan pedaging sebenarnya tidak mengenal jumlah. Namun semakin banyak, pastinya keuntungan akan semakin terasa. Sebagai contoh, kita akan menggunakan skala usaha seperti yang dilakukan oleh teman saya. Saat memulai awal usahanya, teman saya membeli 10 ekor sapi bakalan dengan berat kira – kira 250 – 300kg. Umurnya adalah antara 2 sampai 2,5 tahun. Salah satu faktor utama adalah kondisi ternak dan tempat yang digunakan untuk penggemukan. Paling tidak usahakan memenuhi kriteria – kriteria sebagai berikut :

  • Lahan yang jelas. Bersih dan bebas dari penyakit semacam antraks dan gatal – gatal.
  • Sinar matahari yang cukup.
  • Tidak terlalu jauh dari jalan / akses kesana mudah
  • Terpisah atau tidak terlalu dekat dengan pemukiman penduduk agar tidak mengganggu masyarakat.
  • Mudah mendapatkan air bersih
  • Banyak terdapat hijauan di sekitar wilayah tempat penggemukan.
  • Tidak sulit mencari limbah – limbah hasil industri pertanian sebagai pakan tambahan.
  • Ada pasar sapi dan perhimpunan peternak sapi guna memperluas jaringan dan penjualan.
kandang penggemukan sapi, cara penggemukan sapi | usaha ternak
Kandang sederhana sudah cukup asal bersih dan bebas hama

Sebenarnya tidaklah sulit untuk mencari tempat yang memenuhi kriteria – kriteria tersebut diatas. Apalagi jika  kita berkaca pada mata pencaharian kebanyakan masyarakat Indonesia, yaitu pertanian dan peternakan. Pada poin terakhir saya cantumkan juga perhimpunan peternak yang sebenarnya bukan kriteria wajib, hanya saja dengan adanya suatu perkumpulan maka paling tidak kita bisa berbagi informasi dengan mereka dan sebaliknya pula kita bisa mendapat masukan jika ada suatu kendala yang sedang kita hadapi.

Kendala Dalam Usaha Penggemukan Sapi

Memang benar jika usaha ini relatif mudah dan sangat menguntungkan jika kita memiliki modal yang cukup. Akan tetapi bukan berarti tidak akan ada kendala dalam perjalanan kita nanti. Untuk itu kita perlu mematangkan perhitungan dan memperhitungkan kemungkinan terburuk yang datang di tengah usaha. Ada beberapa poin yang saya himpun dari teman saya yang sudah menjalankan bisnis penggemukan sapi potong ini. Beberapa poin tersebut diantaranya :

  • Susahnya mendapatkan bibit / bakalan sapi yang benar – benar berkualitas karena kebanyakan hanyalah sapi bakalan biasa dengan perawatan seadanya.
  • Terkadang disaat harga pakan semakin naik, harga daging sapi tetap stabil.
  • Serangan penyakit terutama saat pergantian musim.
  • Obat – obatan sederhana seperti obat cacing dll.
  • Pemberian pakan buatan dan nutrisi memakan biaya cukup besar sehingga berimbas pada bobot sapi.
  • Kurangnya dukungan dari Instansi terkait untuk penjualan dan pemasaran sapi yang sudah siap jual apalagi untuk pemain baru.
  • Modal awal cukup besar, dan kurang difasilitasi, sehingga banyak yang mundur sebelum mencoba, hingga akhirnya kebanyakan masyarakat hanya memelihara sapi alakadarnya tanpa tujuan yang jelas.

Kendala – kendala tersebut sebenarnya bisa kita atasi satu persatu, sebagai contoh kita dapat meminimalisir penyakit dan hama jika kita rutin memerisakan sapi pada dokter hewan setempat. Untuk pakan buatan dan nutrisi yang memakan banyak biaya, bisa kita perkecil dengan bekerja sama dengan banyak peternak sapi di sekitar kita. Jika kita membeli vitamin dan konsentrat dengan jumlah banyak pastinya akan lebih murah. Untuk fasilitas dan kemudahan dari Instansi, sebaiknya kita tunjang dengan hasil produksi kita, jika kita dari awal sudah berusaha maksimal hingga usaha kita menjadi usaha unggulan di suatu daerah, maka Instansi tersebut secara otomatis akan menjalin kerjasama dengan kita dan akan banyak fasilitas yang didapatkan seperti penjualan dan sebagainya. Intinya, jangan menyerah dan menyalahkan faktor yang ada disekitar kita, dengan usaha maksimal segalanya pasti kita capai.

Cara Penggemukan Sapi Yang Benar

Kita masuk pada poin utama, yaitu cara penggemukan sapi potong. Sebelumnya, kita perlu belajar dalam mencari sapi bakalan yang bagus, saya tidak akan membahasnya disini, anda bisa membacanya pada artikel kami sebelumnya mengenai cara memilih bibit bakalan sapi potong yang baik. Dan sapi yang paling baik dan banyak digemukkan adalah jenis Limousin dan sapi jenis simmental. Oke, setelah anda membaca dan memahaminya, mari kita bahas lebih dalam mengenai proses penggemukan sapi. Pada saat memulai usaha ini, kita harus bisa membedakan usaha pembesaran/penggemukan sapi dengan beternak sapi. Jika ternak sapi kita memelihara dari kecil(pedhet), maka pada usaha penggemukan sapi yang kita pelihara sudah terhitung sapi muda / dewasa. Oleh karenanya jangan sampai kita menyamakan waktu panen/siap jual.

Baiknya sebelum kita mulai memelihara, perhitungkan dulu waktu yang harus kita butuhkan sampai sapi siap jual. Apakah itu untuk 3-4 bulan kedepan ataukah untuk jangka panjang. Perhitungan tersebut juga akan mempengatuhi sapi bakalan yang akan kita besarkan. Untuk jangka pendek tersebut, hendaknya kita membeli bakalan yang sudah cukup umur. Usia idealnya untuk pembesaran jangka pendek adalah minimal 2 tahun dengan bobot paling tidak sudah mendekati 1/2 ton atau 500 kilogram. Karena kita tidak perlu terlalu banyak membuang waktu untuk memberi makan dan nutrisi, dengan pemeliharaan yang baik dan tercukupi, akan naik sebanyak 100 hingga 125 kilogram. Sedangkan untuk pembesaran sapi jangka panjang, sapi yang kita pilih bisa lebih muda dengan bobot sekitar 300kg.

Hal paling penting dalam penggemukan sapi adalah pakan. Artinya bagaimana usaha kita dalam membuat sapi tersebut gemuk dan memiliki prosentase karkas setinggi – tingginya dengan waktu yang sesingkat-singkatnya. Caranya yaitu dengan memberikan pakan bergizi secara rutin dan ditambah dengan nutrisi lain seperti vitamin dll. Dalam penggemukan sapi, sebenarnya proses pemberian pakan tidak berbeda dengan pemeliharaan sapi biasa, kita bisa memberikan pakan dua kali sehari maupun 3 kali sehari. Pagi dan sore sebenarnya sudah cukup. Kita akan banyak bermain dengan jenis variasi pakan dan nutrisi/konsentrat yang kita berikan. Sekarang ini, pemberian pakan hijauan saja sudah sangat kurang jika kita menginginkan sapi yang gemuk berisi. Perlu sekali pemberian pakan tambahan lain untuk menunjang gizi yang lengkap. Karena hijauan masih tergolong pakan dengan nutrisi yang terbatas walaupun kita berikan sebanyak apapun.

Kebutuhan seekor sapi untuk pakan adalah sekitar 2,5% dari total berat badannya. Pemberian konsentrat yang baik adalah sehari dua kali, pagi dan sore secara rutin. Hijauan kita berikan sebagai tambahan saja, dan tidak terlalu sering tidak masalah. Hijauan tersebut hendaknya juga kita jadikan pakan fermentasi sehingga nutrisi dan gizi nya dapat lebih maksimal saat dikonsumsi sapi. Untuk anda yang masih bingung dengan konsentrat dan pembuatannya, anda bisa memahaminya pada artikel kami tentang membuat konsentrat pakan sapi potong modern. Sedangkan jenis hijauan yang banyak digunakan sebagai pakan sapi adalah tumput kolonjono dan rumput gajah. Saya yakin kita sudah sangat familiar dan tidak akan sulit dicari di daerah tempat tinggal anda.

Pakan dan nutrisi yang cukup kunci sukses usaha penggemukan sapi

Selain pola dan variasi pakan penggemukan sapi tersebut diatas, kita bisa mencoba alternatif lain sebagai campuran konsentrat, yaitu batang sagu rumbia yang nilai gizinya jauh diatas bekatul. Setelah kulit luarnya dikupas, kita hancurkan/selep rumbia tersebut hingga halus, kurang dari 1/2 cm. Kita rendam selama sehari dalam air bersih, kemudian lusa sudah dapat kita campurkan ke dalam konsentrat.

Teknologi penggemukan sekarang sangat menganjurkan pemberian suplemen organik dan vitamin, karena sapi yang kita pelihara terkadang akan bosan dan lama – kelamaan akan kehilangan nafsu makan. Selain kita selingi dengan berbagai variasi makanan, pemberian suplemen berfungsi untuk meningkatkan nafsu makan. Banyak – banyaklah berkonsultasi dengan sesama peternak atau dinas peternakan setempat terkait dengan jenis vitamin dan suplemen yang banyak tersedia di pasaran. Jika segalanya berjalan dengan baik, paling tidak 4-6 bulan sapi sudah memasuki bobot yang ditargetkan. Adapun lama tidaknya juga tergantung dengan usia sapi yang kita gemukkan.

Perhitungan & Analisis Usaha Penggemukan Sapi Potong

Guna membantu rekan – rekan yang akan memulai usaha ini, saya cantumkan perkiraan biaya dan kebutuhan yang dibutuhkan dalam menjalankan bisnis penggemukan sapi ini. Adapun secara mendetail, dapat anda rubah sendiri sesuai kebutuhan. Dalam hitungan ini, kita anggap biaya sewa lahan tidak ada / lahan milik sendiri. Seiring dengan harga daging sapi yang naik turun, maka harga penjualan dapat berubah sewaktu – waktu. Begitu pula dengan harga sapi bakalan, kita perkirakan per ekornya adalah Rp. 7.500.000 dengan berat sekitar 250kg. Sedangkan periode penggemukan yang saya gunakan adalah lima bulan. Jadi mari kita mulai perhitungannya.

Dalam satu periode, kita akan mengeluarkan biaya pakan (HMT) sebanyak :
HMT (hijuan makan ternak) 20 kg x 10ekor x 150hari x Rp.500
Konsentrat 3 kg x 10ekor x 150hari x Rp. 1.500
Pakan tambahan 3 kg x 10ekor x 150hari x Rp. 500

Pembuatan Kandang :
1. Kandang 30 meter persegi x Rp. 300.000 = Rp. 9.000.000
2. Kebutuhan dan alat – alat di kandang = Rp. 500.000

Biaya Variabel (dapat berubah) :
1. Sapi bakalan 10 x 250 kg x Rp. 30.000 = Rp. 75.000.000
2. Pakan hijuan (HMT) = Rp. 10.000.000
3. Konsentrat = Rp. 6.750.000
4. Pakan Tambahan = Rp. 2.250.000
5. VItamin dan obat cacing untuk 10 ekor sapi = Rp. 100.000
Total Biaya Variabel = Rp. 90.100.000

Biaya Tetap :
1. Tenaga Kerja 1 orang x 5bulan x Rp. 800.000 = Rp. 4.000.000
2. Penyusutan kandang 10 % x Rp. 12.000.000 = Rp. 1.200.000
3. Penyusutan peralatan = Rp. 250.000
Total Modal Tetap = Rp. 5.450.000

Total biaya untuk usaha = Rp. 90.100.000 + Rp. 5.450.000 = Rp. 95.550.000

Pendapatan :
Didapat dari penjualan sapi dan kotoran sapi. Penambahan berat badan sapi 1 kg x 150hari = 150 kg/ekor/periode dan berat badan sapi sekarang untuk setiap ekor adalah 400 kg. Berat keseluruhan sapi adalah 10ekor x 400 kg = 4.000 kg dengan harga daging sapi Rp. 30.000/kg.
Pendapatan dari penjualan daging adalah Rp. 120.000.000
Pendapatan dari penjualan kotoran ternak 6.000 x Rp. 200 = Rp. 1.200.000
Total pendapatan kita adalah Rp. 120.000.000 + Rp. 1.200.000 = Rp. 121.000.000

Keuntungan bersih 
Rp. 121.000.000 (pendapatan) – Rp. 95.550.000 (modal yang keluar) = Rp. 25.450.000

Demikian tadi info lengkap penggemukan sapi potong yang dapat saya berikan. Bisa kita tarik kesimpulan bahwa bisnis ini menjanjikan keuntungan yang tidak main – main. Apalagi semakin besar lahan dan jumlah sapi yang kita pelihara. Kita kesampingkan kendala yang menghambat. Perkembangan tubuh sapi dipengaruhi oleh pakan, faktor genetik, dan manajemen perawatan. Jika salah satu dari 3 hal tersebut kita lalai, maka itulah yang mematikan usaha kita. Oleh karenanya belajar dan sharing terlebih dahulu sangat disarankan. Kita perhitungkan waktu yang tepat, sebagai contoh sapi siap jual saat idul adha. Keuntungan kita gunakan untuk mengembangkan usaha, mulai dari kecil sampai berkembang. Jangan ragu untuk mulai membibit ternak sendiri jika kita sudah merasa bisa dan lancar dalam menggemukkan sapi, karena dapat menghemat modal pembelian sapi. Cari channel dan link sebanyak – banyaknya, maka niscaya segalanya akan tercapai. Semoga panduan singkat kami bermanfaat, semoga menginspirasi.

Sapi Brahman, Sapi Potong Fenomenal

Sobat ternak yang kami cintai, minggu ini kami mulai kembali posting artikel mengenai salah satu jenis sapi yang barangkali sudah familiar di telinga sobat semua. Sapi Brahman, yang populer sebagai sapi potong unggul selain sapi limosin dan sapi bali. Dilihat sekilas dari namanya “Brahman” kita sudah pasti mengira sapi jenis ini adalah sapi dari negara India. Tepat sekali, sapi brahman merupakan strain baru perkembangan anakan dari sapi zebu yang juga berasal dari India. Pengembangan tingkat lanjut sapi ini adalah di negara Amerika. Awalnya sapi brahman belum begitu besar dan gemuk, setelah dikembangkan dan ditemukan proporsi yang tepat barulah expor impor sapi ini mulai ramai di pasar sapi pedaging dunia termasuk di Indonesia.

sapi brahman india
Sapi Brahman Asli India

Ciri – ciri sapi brahman yang paling kentara adalah punuknya yang besar dan kulitnya lebar. Gelambir di bawah kepalanya sampai di badan besar dan lebar. Postur sapi brahman juga sangat besar, mampu menyaingi sapi limousin dari segi berat dan kualitas karkas-nya. Jika dibandingkan dengan sapi lokal kita baik itu sapi bali maupun sapi madura sangat jauh bedanya. Jika sapi lokal hanya mampu mencapai bobot kurang dari 500kg, maka sapi brahman dapat mencapai lebih dari 1 ton berat badannya. Oleh karenanya sapi ini layak disebut sebagai salah satu sapi pedaging terbaik. Keunggulan lain dari sapi brahman adalah ketahanan fisiknya, jika biasanya sapi impor ketahanan fisiknya tidak sebaik sapi lokal, maka sapi ini tergolong memiliki ketahanan yang super. Dengan pakan yang kualitasnya rendah-pun sapi ini dapat tumbuh dengan baik, namun bukan berarti kita biasakan dengan pakan kualitas rendah, dengan pakan kualitas tinggi maka sapi ini dapat mencapai bobot maksimal dengan cepat. Selain ketahanan pangannya yang baik, sapi ini juga sangat penyakit terutama penyakit caplak yang sering menjangkiti sapi impor di Indonesia.

Sapi Brahman Amerika

Sapi brahman amerika adalah varietas sapi brahman unggul yang paling terkenal saat ini. Impor sapi brahman amerika sangat tinggi baik di Australia dan negara eropa lainnya. Sapi brahman amerika banyak dicari oleh para peternak besar di dunia karena secara genetik sangat cocok sebagai sapi persilangan atau sapi cross. Kualitas daging dan ketahannya tidak dapat disaingi oleh strain manapun. Dimulai pada tahun 1850-an, kisah keberhasilan peternak amerika dalam melahirkan sapi brahman unggul adalah kisah ternak sapi tersukses dalam sejarah. Kini anakan F-1 dan betina sapi brahman menjadi rebutan peternak sapi antar benua. Di Indonesia sangat sulit menjumpai peternakan sapi brahman asli dari Amerika. Bobot maksimal sapi brahman asli yang sudah dewasa adalah 1,1 ton untuk jantan, sedangkan betinanya adalah 700 kg. Belum ada informasi mengenai sapi brahman terbesar yang dicatat oleh museum rekor dunia.

sapi brahman, harga sapi brahman, ternak sapi brahman
Sapi Brahman Dewasa

Sapi Brahman Cross (BX)

Berawal dari keberhasilan sapi brahman amerika, lahirlah sapi brahman cross atau biasa dipanggil sapi BX. Yaitu sapi brahman amerika yang dibudidayakan di Australia dan disilangkan dengan sapi jenis shorthorn dan hereford, Ada pula yang menyilangkan sapi brahman dan droughmaster yang notabene juga merupakan sapi perah . Para peternak australia memanfaatkan kuatnya darah sapi brahman amerika sehingga anakannya lebih mirip sapi brahman amerika dibandingkan lawan silangnya dengan prosentase 80% dan 20%.

Pengambilan darah sapi brahman untuk diternak bertujuan agar anakan yang dihasilkan memiliki karakteristik sapi brahman yang kuat terhadap iklim dan lingkungan, daya tahannya dari penyakit juga tidak terbantahkan. Untuk bobotnya, berdasarkan teman saya yang beternak sapi brahman cross di daerah Jawa tengah, bobot dewasa dapat mencapai 1,2 ton untuk pejantan, dan betina nya berkisar 650 kg. Persilangan lain sapi brahman yang fenomenal lain adalah sapi Brangus. Hasil pertemuan antara sapi brahman dan sapi angus.

harga bibit brahman, brahman cross, bakalan sapi brahman
Sapi BX muda / bakalan

Harga Sapi Brahman dan BX

Bagi anda yang ingin mentahui kisaran harga sapi brahman saat ini, kami hanya dapat memberikan harga kisarannya saja. Itupun berbeda-beda berdasarkan variasi jenis persilangan dan peternaknya. Harga bibit sapi brahman (kebanyakan BX) untuk saat ini adalah kisaran 16 – 18 juta rupiah. Harga bakalannya relatif lebih tinggi daripada sapi limousin. Sangat baik untuk pedaging. Biasanya bakalan bobotnya kisaran 300 – 400kg dan berumur 2 tahun, tinggal digemukkan saja. Sedangkan harga sapi brahman dewasa yang siap potong adalah 35 – 40 juta rupiah. Jangan lupa untuk mencari informasi pada peternaknya mengenai pertumbuhan bobot tiap harinya.  Usahakan dapat mencapai 1kg lebih per hari. Baca artikel kami : panduan memilih bibit dan bakalan sapi

Demikian pembahasan kami tentang sapi brahman. Jika anda membutuhkan informasi lebih, bisa anda posting di kolom komentar maupun mengirim email kepada kami. Intinya, sah – sah saja jika anda berminat untuk memelihara ataupun beternak sapi jenis brahman. Namun alangkah baiknya jika pemeliharaan dan penggemukan yang kita lakukan juga dibarengi dengan manajemen yang baik. Sayang rasanya jika harga yang selangit itu kita sia-siakan dengan pemberian pakan dan gizi yang buruk sehingga tidak tercapai bobot yang maksimal. Kita juga berharap program pemerintahan yang baru dapat membantu meningkatkan produksi dan kesejahteraan para peternak sapi lokal. Salam ternak, sukses terus untuk anda.

Membuat Pakan Ternak Sapi Potong Modern
Jumpa lagi dengan kami tim usahaternak, masih tetap membahas tentang kiat usaha beternak sapi. Kali ini kami akan mengulas cara membuat dan apa saja bahan pakan ternak sapi potong yang baik sehingga hasil ternak sapi bisa sukses. Semua peternak pasti menginginkan ternaknya sehat, gemuk, dan berkualitas dengan modal dan bahan seminimal mungkin sehingga keuntungan lebih bisa didapat. Beberapa peternak mengalami kesulitan untuk menentukan pakan yang sesuai standar dan komplit nutrisi, kasus yang sering ditemukan adalah ketidakcocokan pakan yang diberikan pada sapi yang ditujukan untuk dipotong. Melalui artikel ini, kami mencoba memberikan penjelasan ringkas dan tepat pada para peternak sehingga tidak lagi mengalami kesulitan lagi dalam menentukan pakan untuk sapi peliharaannya agar mendapatkan hasil maksimal.

Bahan pakan sapi potong ini dapat diaplikasikan pada penggemukan semua sapi potong seperti sapi ongole, sapi bali, dan sapi madura agar daging konsumsinya banyak dan berkualitas. Perlu diketahui bahwa secara alami pertambahan berat badan sapi di kisaran 500 gram – 1000 gram/ hari. Namun untuk mewujudkan itu cara pemberian konsentrat hormon pertumbuhan belum distandarisasi secara resmi oleh dinas peternakan. Salah satu kendala yang sering dihadapi peternak adalah masalah keterbatasan pakan. Maka berbagai solusi pakan alternatif yang efektif untuk penggemukan sapi potong terus diupayakan, beberapa alternatif yang diperoleh adalah dengan membuat pakan fermentasi dengan media pakan konsentrat alami yang akan kami bahas langsung pada artikel ini.

cara Membuat Pakan Ternak Sapi Potong Modern
Pemberian konsentrat sudah menjadi alternatif penggemukan sapi modern

Konsentrat Sebagai Pakan Sapi Potong

Konsentrat merupakan salah satu media pakan yang bisa dibilang wajib bagi para peternak semua jenis sapi yang mengejar penggemukan sapi terutama sapi potongnya. Konsentrat juga dikenal sebagai bahan pakan yang kadar nutrisi protein tinggi dan karbohidrat serta kadar serat kasar yang rendah (dibawah 18%). Untuk membuat konsentrat yang baik ada beberapa kombinasi bahan alami/organik yang dapat kita gunakan sebagai komposisi pembuatan konsentrat yang baik. Bahan-bahan komposisi konsentrat yang umum digunakan dan mudah didapat antara lain sebagai berikut

  • Dedak (bekatul) dengan komposisi 70% atau 75% atau dapat diganti dengan alternatif berupa batang rumbia yang didalamnya terdapat sagu rumbia. Penggantian dengan batang rumbia tentu memiliki alasan tersendiri selain secara ekonomis harga batang rumbia lebih murah dari bekatul/dedak karena banyak juga dijumpai di hampir seluruh wilayah Indonesia. Secara kandungan nutrisi batang rumbia memiliki karbohidrat yang cukup tinggi. Batang rumbia dapat diolah dengan cara dikupas kulit terluarnya lalu hancurkan batang rumbia yang telah dikupas dengan mesin atau manual dengan cara dicincang menjadi ukuran 0.5 cm atau lebih kecil. Terakhir rendam hasil cincangan dengan air, biarkan selama sehari dan berikan pada sapi.
  • Jagung giling dengan komposisi 8%-10% sebagai penambah nutrisi terutama kebutuhan serat dan lemak kasar yang tidak ada pada dedak. Sehingga apabila jagung giling dan dedak dikombinasikan akan saling melengkapi.
  • Bungkil kelapa dengan komposisi 10%-15% atau dapat diganti bungkil kacang tanah atau kedelai tentunya dengan kandungan nutrisi yg berbeda-beda. Bungkil kelapa merupakan hasil sisa dari pembuatan dan pemerasan minyak kelapa yang diperoleh dari daging kelapa yang telah dikeringkan terlebih dahulu dimana berperan sebagai sumber protein.
  • Tepung tulang atau kalsium dengan komposisi 2%-5% sebagai pelengkap kebutuhan akan mineral terutama kalsium juga sebagai penambah protein.
  • Garam dapur dengan komposisi sebesar 2% sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan mineral.
  • Bila diperlukan bisa diberikan tambahan vitamin yang sudah banyak digunakan sebagai pelengkap kebutuhan micro, tetapi tetap berpatokan pada dosis yang ditentukan, jangan sampai berlebihan.

Dosis & Kapan Pemberian Konsentrat Pakan Sapi PotongDosis yang tepat pemberian pakan konsentrat ini adalah diberikan sebagai makanan penguat/extra pada ternak sapi potong di samping makanan pokok yang utama berupa rumput segar dan hijau. Perbandingan pemberian pakan pokok (hijauan) dan konsentrat untuk pakan penggemukan sapi adalah antara 30% : 70% atau maksimal 20% : 80% . Waktu pemberian konsentrat yang baik dilakukan sekali setiap hari pada pagi hari sebelum diberi makanan utama berupa rumput. Dri hasil penelitian juga ditemukan bahwa urutan pemberian konsentrat lebih dahulu sebelum makanan utama (hijauan) lebih efektif untuk meningkatkan berat badan karena pemberian konsentrat lebih dahulu bertujuan untuk memberikan energi yang lebih besar kepada mikroba rumen untuk mencerna makanan pokok (rumput, dsb.) Dengan menerapkan cara pakan ternak sapi potong seperti ini, bukan tidak mungkin bobot sapi potong anda akan meningkat dua kali lipat.

Demikian panduan membuat pakan ternak sapi potong modern yang apabila diterapkan bisa mengangkat berat badan sapi potong anda menjadi dua kali lipat, sehingga bisnis ternak sapi anda juga berhasil dan menguntungkan. Jangan lupa juga berdoa pada yang di atas agar ternak anda sehat selalu. Salam sukses!

Sapi Limosin, Spesies Sapi Potong Terbesar

Halo sahabat ternak, jumpa lagi dengan tim usahaternak. Pada kesempatan kali ini, masih tentang info dan tips beternak sapi, kali ini kami akan mengulas tentang salah satu sapi yang menjadi primadona para peternak di dunia sapi potong. Pernah dengar tentang sapi limosin, sapi terbesar di kalangan spesies sapi potong? Ya, pada kesempatan ini kami akan mengulas tuntas informasi tentang sapi limosin. Sapi ini memiliki daging dan otot yang kuat serta besar sehingga, para peternak menilai sapi jenis limosin memiliki pasar yang baik dibanding sapi-sapi jenis lain.
Sapi limosin merupakan jenis sapi yang awal mulanya dibudidayakan di negara Perancis, awalnya sapi jenis ini diternak untuk menyaingi sapi jenis simental sebagai spesies sapi terbesar yang juga memiliki perawakan panjang, besar dan kekar. Secara fisik kita dapat mengenali sapi limosin pertama dari tubuhnya yang panjang, besar, dan berotot. Dari segi kulit, sapi limosin memiliki bulu yang berwarna coklat namun mengalami gradasi warna pada bagian kepala dan semua ujung kaki. Dengan kedua tanduk yang melengkapinya menambah kegagahan penampilan sapi jenis limosin.
Sapi Limousine: Sapi yang menjadi primadona para peternak
Keunggulan Sapi Limosin
Dari kelompok sapi potong, sapi limosin akhir-akhir ini banyak diternak karena keunggulannya dibanding sapi jenis lain. Tingkat pertumbuhan yang cepat yang mempengaruhi pesatnya kenaikan berat badan sehingga dagingnya juga semakin banyak. Meskipun dengan pakan sapi potong modern, biasa, maupun ekstra konsentrat pertumbuhannya bisa dibilang memerlukan waktu singkat dan tidak begitu merepotkan, hanya porsi yang berbeda harus disajikan. Dari sisi ketahanan tubuhnya, sapi limosin dikenal lebih tahan banting baik dari gangguan penyakit, cuaca, dan suhu. Hal inilah yang membuat para peternak senang memelihara sapi jenis ini. Selain itu, kualitas daging sapi limosin lebih lezat apabila dimasak, dan tekstur dagingnya berbeda dengan sapi potong pada umumnya.
Harga Sapi Limosin
Dilihat dari sisi ekonomi, harga sapi Limosin masih ditaraf yang cukup tinggi. Memang harga tersebut berbanding lurus dengan kualitas dan jumlah daging yang dihasilkan. Umumnya harga jual sapi limosin masih dua kali lipat harga sapi pedaging biasa. Harga jual yang masih tinggi ini jika dipengaruhi dengan tingkat pertumbuhannya yang cepat membuat para peternak beralih memelihara sapi jenis ini. Mendekati musim kurban/Idul Adha harga sapi limosin cenderung naik, namun tidak mengurangi antusias para konsumen memilih sapi jenis ini untuk sapi kurban. Terkadang terbesit pikiran harga yang dikeluarkan untuk seekor sapi sapi limosin bisa dipakai untuk membeli beberapa ekor sapi Jawa/brahman. Sekedar info, harga bakalan sapi limosin usia 4 bulan di kisaran 6-8 jutaan, harga itu cukup ideal jika kita melihat prospek pertumbuhan kedepannya.
Tips Memilih Bakalan Sapi Limosin
Dalam pemilihan bibit sapi limosin yang unggul dapat dilakukan dengan memilih bibitan yang memiliki ukuran kepala yang lebih besar, bentuk ekor yang pendek serta langsing, serta tanduk yang bersih dan proporsional. Satu lagi, untuk memilih sapi super yang berkualitas bagus pastikan sapi tersebut memiliki moncong yang hitam mengkilat kadang berlendir dan bentuknya menjorok ke depan. Dan untuk keperluan keaslian dari sapi limosin tersebut, anda bisa meminta sertifikat keaslian yang menyatakan asal usul sapi limosin yang akan anda ternak. Sertifikat sangat direkomendasikan pada anda yang memang sangat berniat untuk membuka usaha jual-beli sapi limosin agar pelanggan terpercaya dan respect terhadap sapi limosin yang anda jual.
Demikian sekilas informasi mengenai sapi limosin sebagai sapi potong terbesar yang menjadi favorit para peternak sapi belakangan ini. Semoga sedikit info ini berguna bagi anda yang akan beternak sapi limosin atau ingin membuka usaha jual beli sapi limosin

Kiat Pembuatan Kandang Sapi Yang Baik

Hai sobat ternak, sudah baca artikel kami tentang usaha penggemukan sapi? Kali ini tim redaksi akan melengkapinya dengan mengangkat tema mengenai kiat pembuatan kandang sapi yang baik sehingga pemahaman mengenai bisnis dan usaha sapi akan semakin jelas. Artikel mengenai kandang sapi akan kami buat beberapa seri agar lebih mudah dicerna. Secara keseluruhan, kandang memegang peranan utama dalam usaha sapi, bisa dibilang kandang tempat bernaung adalah kunci kesuksesan beternak maupun penggemukan sapi. Baik tidaknya kandang bukan dinilai dari konstruksi yang mewah dan mahalnya bahan dalam pembuatannya, tetapi terpenuhinya berbagai faktor baik konstruksi, kesehatan dan faktor ekonomis-lah, yang membuat sebuah kandang dikatakan baik.

kandang sapi baik sederhana | usahaternak
Kandang Yang Baik Sarana dan Prasarana-nya Lengkap

Fungsi Kandang Bagi Ternak

Kita mulai dari pemahaman tentang fungsi kandang sebenarnya supaya kita betul – betul mengetahui pentingnya kandang yang baik bagi sapi. Umumnya, kandang dibuat agar ternak yang kita pelihara terhindar dari panas matahari yang menyengat, hujan secara langsung, cuaca ekstrim maupun hal lain yang rawan membuat ternak terkena penyakit. Kandang juga merupakan rumah bagi ternak yang dapat mencegah ternak kita dari orang yang tidak bertanggung jawab, dari gangguan binatang malam dan binatang buas.

Selain itu dengan adanya kandang maka kontrol pada ternak bisa lebih bagus dan teratur. Pemberian pakan pada ternak sapi akan lebih mudah, ternak juga tidak membuang kotoran sembarangan dan bisa kita manfaatkan kotorannya tersebut untuk dijual sebagai pupuk. Termasuk kita bisa memantau pola tingkah laku hewan yang sedang sakit dengan lebih aman dan spesifik di dalam kandang. Itulah mengapa, menurut prinsip kandang sapi modern, harus kita buat senyaman mungkin sehingga hewan yang ada di dalam tidak merasa stress yang berujung pada sakit dan kematian.

Segala aspek harus diperhitungkan secara matang, baik aspek suhu lingkungan, teknis perancangan maupun aspek ekonomis bagi para pelaku usaha. Karena kandang merupakan investasi jangka panjang bagi pelaku usaha, maka hendaknya dengan biaya yang tidak terlalu mahal kandang dapat bertahan lama. Kandang sapi sederhana lebih baik daripada kandang yang mewah namun boros biaya dan mubadzir.

Syarat Kandang Sapi Yang Baik

Tujuan dibuatnya kandang adalah sebagai efisiensi dalam pengelolaan ternak yang artinya kandang akan memudahkan segala upaya pemeliharaan ternak. Oleh karena itu dalam membuat kandang kita perlu memperhatikan ketersediaan beberapa hal dibawah ini. Apakah ada atau tidak di lokasi kandang yang akan kita buat karena akan berhubungan erat dengan teknis dan berjalannya fungsi kandang sebagai pendorong sukses dalam usaha ternak.

  1. Ketersediaan air dan pakan sehari – hari, susah didapat atau tidak
  2. Sumber air untuk membersihkan kandang dan memandikan ternak
  3. Jauh dari pemukiman penduduk / tidak mengganggu kesehatan sekitar
  4. Akses menuju kandang menyulitkan atau tidak
  5. Posisi kandang berada didataran yang lebih tinggi untuk mencegah genangan air berlebih
  6. Lahan sebaiknya luas jika suatu saat kandang diperbesar
  7. Ketersediaan bahan dan peralatan pembuatan kandang
  8. Penyaluran limbah maupun kotoran mudah

Perancangan Kandang Sapi Tepat Guna

Oke, sebelum memasuki fase perancangan kandang sapi secara teknis, kita perkirakan bentuknya dengan pola pemeliharaan yang akan kita pakai. Apakah itu merupakan kandang yang fungsi nya sebagai tempat perkawinan, atau kandang penggemukan, kandang jantan dan betina, atau kandang pembesaran anakan. Setelah menentukan fungsi/kegunaan kandang nantinya, kita bisa mulai memikirkan poin – poin penting yang paling mendasar mengenai konstruksi kandang. Hal – hal yang harus ada di dalam kandang. Yaitu :

  • Atap Kandang : Umumnya orang – orang memilih asbes, rumbia, seng dan genteng sebagai bahan penutup kandang mereka. Apapun itu sesuaikan dengan keadaan iklim di lingkungan kita, karena yang terpenting adalah sirkulasi udara harus lancar / ada ventilasi. Pada daerah panas usahakan hindari seng sebagai atap kandang jika tidak ada cover/pelapis nya. Ketinggian atap untuk tempat yang iklim nya panas juga harus lebih tinggi, Paling tidak 4,5 meter agar hewan tetap dalam kondisi nyaman saat siang hari. Kemiringan atap dapat kita atur sendiri sesuai dengan karakteristik bahan – bahan tersebut.
    atap kandang sapi | usahaternak
  • Lantai Kandang : Bisa dibuat dari beton, kayu atau tanah asal tidak licin. Biasanya masyarakat pedesaan memadatkan tanah dengan ditutupi campuran jerami dan rumput-rumputan kering agar lantai bisa menyerap urine dengan baik. Yang terpenting adalah kemiringan lantai agar urine sapi yang keluar dapat segera diserap maupun mengalir ke selokan. Jangan terlalu miring, maksimal 5 derajat sudah cukup. Agar sapi tidak terpeleset.
    bentuk lantai kandang | usahaternak
  • Dinding Kandang : Dapat dibuat dari bahan kayu, beton maupun bambu. Umumnya tempat dengan suhu dingin menggunakan dinding beton yang tinggi nya minimal sama dengan sapi. Karena suhu yang terlalu dingin juga tidak baik. Untuk tempat yang bersuhu panas, orang – orang hanya menggunakan bambu maupun kayu yang dirangkai asal sapi tidak sampai keluar kandang.
  • Lorong : Tujuan dibentuknya lorong dalam sistem perkandangan adalah efisiensi dan kemudahan dalam pemberian pakan sapi maupun pembersihan kandang. Letak lorong usahakan agak lebar ditengah tengah kandang jika anda menggunakan sistem kandang dua baris. Baik itu kandang head-to-head maupun tail-to-tail. Dengan adanya lorong setiap sapi yang ada di dalam kandang dapat kita jangkau dari dekat.
    lorong kandang sapi | usahaternak
  • Palungan Makan dan Minum : Adalah tempat menaruh makanan dan minuman bagi sapi. Biasanya terbuat dari tembok maupun batu yang dibentuk persegi panjang. Besar wadah minum lebih kecil daripada wadah makan. Untuk ukurannya menyesuaikan dengan bentuk kandang sapi tersebut. Tinggi palung harus proporsional dengan tinggi sapi di dalam kandang. Jangan terlalu tinggi jangan terlalu rendah.
    palung tempat minum sapi | usahaternak
  • Selokan : Merupakan jalan pembuangan kotoran baik feses, urin maupun sisa2 pakan yang berserakan di dalam kandang. Letaknya biasanya di belakang kandang. Ada yang menghubungkannya langsung ke sungai ada yang ditampung lebih dulu untuk diolah kembali menjadi pupuk. Setting pemberian selokan juga menyesuaikan tipe kandang yang dibuat. Tidak usah terlalu besar, ukuran 40cm sudah cukup lebar untuk saluran pembuangan.
  • Penampungan Limbah Feses dan Urine : Ini merupakan alternatif pengolahan limbah dari sapi yang layak dipertimbangkan. Usahakan penampungan tidak jauh – jauh dari lokasi kandang. Bisa di belakang kandang atau di samping kandang. Dan penampungan bisa kita bagi dua, penampungan feses maupun penampungan urine. Urine sapi bisa dimanfaatkan dengan menambahkan instalasi biogas digester di dekat saluran kandang, dan untuk feses ditampung pada satu tempat untuk dikeringkan dan diubah menjadi pupuk. Namun bila anda ingin membuang sisa kotoran dan urine langsung, maka usahakan anda membuat galian atau saluran keluar langsung menuju ke sungai yang cukup besar.
    kandang sapi bersih | usahaternak
    Cegah Penyakit Dengan Kandang Selalu Bersih
Demikian tadi tips dari kami tentang kiat membuat kandang sapi yang baik. Intinya, kandang yang baik adalah kandang yang bersih dan nyaman untuk ditempati. Semua kiat hanya tuntunan sebagai langkah persiapan saja dan tidak bersifat baku, kita semua bebas untuk berinovasi. Apalagi dengan kemajuan zaman dan teknologi dalam pemeliharaan sapi yang sudah sangat berkembang, kita bisa mempelajari dan menerapkannya pada pola pemeliharaan kita. Apa saja yang dapat meningkatkan produktivitas dan keuntungan kita dalam usaha layak untuk kita coba.
Jangan terpaku menyelesaikan semuanya sendiri, ajaklah rekan kerja, rekan bisnis dan kelompok – kelompok yang ada disana, maka usaha yang kita lakukan akan menjadi lebih ringan dan mudah. Untuk postingan selanjutnya akan kami bahas lebih mendetail tentang perancangan kandang dan segala jenisnya.

Memilih Bibit Sapi Potong Yang Baik

Bibit sapi. Kenapa mendalami hal ini sangat penting? Karena biasanya orang yang akan memelihara sapi potong atau pedaging hampir pasti akan membeli sapi yang masih muda dan bisa disebut sebagai bakalan sapi dikarenakan bobotnya yang masih sedikit dan otomatis nilai karkas nya juga tidak terlalu tinggi. Bibit sapi adalah sapi yang berusia kurang lebih satu tahun dan dipelihara dengan tujuan untuk digemukkan. Karena setelah digemukkan bobot sapi meningkat drastis dan nilai karkas nya juga terangkat.

Kualitas bibit sapi dalam hal ini juga sangat menentukan hasil produksi penggemukan sapi yang kita jalankan. Jika kita sudah mendapatkan sapi bakalan yang berkualitas baik, maka setelah digemukkan akan tercapai kondisi yang ideal dan sesuai permintaan pasar, hal itu menjanjikan keuntungan yang sangat besar mengingat selisih harga sapi potong bakalan dan sapi potong yang siap produksi terpaut cukup banyak. Permintaan konsumen akan daging sapi tidak pernah surut walaupun harga daging sapi juga mahal. Oleh karena itu dengan mempelajari bibit sapi mulai sekarang, kedepan kita mungkin akan menjadikan ini sebagai bisnis sampingan kita karena keuntungannya yang lumayan. Sekarang kami tunjukkan cara dan beberapa hal yang perlu anda perhatikan dalam memilih bibit sapi potong yang baik.

memilih bibit sapi potong unggul | ternak sapi | usahaternak
Bibit Sapi Sumbawa Ongole Yang Sedang Digemukkan

Memilih Bibit Sapi Unggul

Penting bagi kita semua mengetahui gambaran bagaimana sapi bakalan yang baik. Karena sekali kita salah maka akan berpengaruh juga pada harga jual setelah digemukkan nanti.

  1. Bedakan jenis kelamin sapi terlebih dahulu.
  2. Perhatikan proporsi badan dari samping, depan, belakang dan kesempurnaanya.
  3. Carilah yang berkepala besar namun tetap seimbang dengan badannya.
  4. Leher yang besar kuat dan tebal bergelambir.
  5. Perhatikan punggung, pastikan punggung sapi lurus sejajar dan tidak melengkung/bengkok.
  6. Mulut harus datar, bahasa lainnya “papak”.
  7. Lihat bagian perut dan tulang rusuknya, usahakan tulang rusuk tidak terlalu melengkung kedalam sehingga terkesan kurang berisi.
  8. Pastikan jumlah testis sapi jantan dan puting sapi betina. Sapi jantan memiliki dua testi, sapi betina memiliki empat buah puting.
  9. Besar pangkal ekor ke ujung ekor mempunyai besar ukuran yang tidak berbeda jauh.
  10. Kaki tidak pincang dan besar kokoh.
Selain beberapa hal fisik diatas, anda juga perlu menanyakan asal – usul dan silsilah sapi tersebut kepada peternaknya. Tanyakan pula riawayat penyakit dan tingkat adaptasi dan kesehatannya. Usahakan membeli sapi pada orang yang terpercaya dan reputasi nya sudah baik di mata pebisnis sapi. Jangan hanya terpancing oleh harga, karena harga yang rendah tidak menjamin sapi tersebut akan jadi sesuai harapan setelah digemukkan.
Dengan memelihara bibit sapi unggul, maka akan terdongkrak pula harga jualnya setelah matang digemukkan selama satu tahun. Entah itu saat dijual untuk disembelih maupun diambil anakannya. Beberapa bulan yang lalu, para pelaku industri penggemukan sapi di tanah air sempat macet dikarenakan tingginya harga sapi bakalan dan gencarnya pemerintah mengimpor sapi dari luar, untunglah para peternak khusus penggemukan sapi tidak berhenti total walaupun jumlah bibit sapi yang dipelihara tidak sebanyak dahulu.
Demikian hal yang dapat kami bagikan kepada sobat mengenai bibit sapi, semoga bermanfaat dan dapat menginspirasi kita semua dalam menjalankan bisnis dan usaha ternak Indonesia. Salam ternak.

Aneka Jenis Penyakit Pada Sapi dan Cara Pengobatannya

Halo sobat ternak, menanggapi pertanyaan pembaca mengenai penyakit pada sapi, kali ini redaksi usahaternak akan memposting artikel tentang jenis – jenis penyakit pada sapi berikut pencegahannya. Kurang lengkap memang rasanya kalau pada website ini hanya menyediakan informasi tentang bisnis dan ternak sapi mengabaikan cara mencegah penyakit pada ternak kita. Karena dalam usaha sapi potong maupun sapi perah terkadang penyakit datang dan menjadi kendala tersendiri bagi para pelaku usaha. Dengan cermat mencegah penyakit dan mengetahui cara pengobatan yang benar, niscaya segala permasalahan tersebut dapat diminimalisir dan tidak perlu menambah beban pengeluaran bagi para pengusaha dan peternak sapi.
Kita mulai pembahasan mengenai berbagai jenis penyakit sapi potong dan sapi perah secara umum. Sapi sehat biasanya ditandai dengan keadaan dalam tubuh ternak tersebut berfungsi dengan baik. Kondisi dimana aliran cairan di dalam tubuhnya berfungsi baik dalam mendukung penyusunan sel – sel penting di dalamnya. Dengan rutin memperhatikan keadaan sapi serta lingkungan dan cepat tanggap niscaya sapi akan selalu sehat dan normal. Bila ada sedikit tanda – tanda yang tidak wajar pada hewan ternak kita, jangan buru – buru khawatir, kita diagnosa lebih dulu tanda  – tanda-nya. Bila perlu kita periksakan kepada dokter hewan setempat agar mendapatkan informasi lebih detail mengenai kesehatan sapi dan termak kita. Sebelumnya kami berikan tabel yang menggambarkan keadaan sapi yang sehat sebagai referensi bagi kita yang sedang menjalankan usaha sapi potong dan sapi perah.

ciri sapi sehat dari penyakit | usahaternak
Ciri dan Tanda Sapi Sehat

Beragam faktor dapat mempengaruhi kesehatan sapi. Namun diantara beragam faktor tersebut, lingkungan dan penularan merupakan faktor yang paling banyak membuat ternak / sapi terserang penyakit. Mencegah lebih baik daripada mengobati, itulah yang harus kita garis bawahi. Untuk faktor lingkungan, layak kita perhatikan keadaan kelembaban kandang, kebersihan lantainya, posisi ventilasi dan aliran udara, apakah sinar matahari pagi masuk dengan baik ke dalam kandang atau tidak. Kemudian sebelum kita mencampurkan sapi dalam satu kandang, layak kita cek kondisi sapi satu per satu, apakah semuanya sehat dan tidak terkena penyakit apapun. Penularan penyakit biasanya sangat rentan terjadi pada sapi potong dan sapi perah. Pakan juga merupakan salah satu penyebab sapi terserang penyakit, oleh karenanya prosentase dan keseimbangan pakan layak kita pertimbangkan dengan matang. Hijauan saja tanpa pakan buatan rasanya memang akan membuat sapi kekurangan gizi. Silahkan anda simak artikel kami tentangpakan sapi modern yang seimbang. Lengah pada salah satu hal diatas, maka potensi keuntungan kita juga akan berkurang karena pengobatan sapi tidak semudah yang kita bayangkan, apalagi jika terlambat sapi bisa mati. Untuk mencegah semua kemungkinan tadi, kontrol yang ketat dan pengecekan setiap hari diperlukan. Oke, sobat ternak sapi, setelah memahami segala pencegahan dan diagnosa ringan tersebut, kita masuk pada pembahasan penyakit yang umum menyerang sapi secara mendetail.

Berbagai Macam Jenis Penyakit Sapi Potong / Sapi Perah

penyakit ingus pada sapi | usahaternak
Segala penyakit sapi dapat dicegah dengan pengecekan teratur

Jenis – jenis penyakit yang rawan terjadi pada sapi saat proses penggemukan dan ternak kami jabarkan satu demi satu untuk memudahkan pembaca dalam memahami penyakit dan bakteri yang menyerang. Diantaranya kami pilih beberapa yang sering menjadi kendala. Informasi ini kami dapatkan dari berbagai sumber (dokter hewan, rekan peternak dan jurnal ilmiah). Selain penjabaran penyakit dan gejalanya, kami juga memberikan cara pengobatan dan pencegahannya, semoga dapat membantu sobat ternak yang sedang mengalami kendala tersebut.

Penyakit Anthrax Pada Sapi dan Pengobatannya

Penyakit antrax adalah jenis penyakit yang sangat berbahaya dan dapat menular pada manusia. Biasanya kategori penyakit seperti ini disebut zoonosis. Nama lain dari antrax adalah radang limpa. Biasanya disebabkan oleh bakteri yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan dan minuman yang mengandung bakteri basillus anthracis. Selain melalui makanan yang tidak bersih tersebut, bakteri antrax bisa masuk ke dalam tubuh sapi lewat tanah yang tercemar bakteri dan masuk melalui pernafasan dan luka pada sapi. Bakteri antrax adalah bakteri yang daya tahannya luar biasa, disinfektan dan panas terkadang tidak mampu melawan bakteri ini. Penyebarannya juga sangat cepat apabila sapi tersebut kurang makan dan kelelahan. Apalagi saat musim panas. Bila sapi sudah terkena antrax, sebaiknya kita tidak mendekat dan harus berhati – hati dalam penanganannya. Bakteri dapat menular pada manusia melalui luka, pernafasan (jika menghirup bulu sapi yang terserang).

penyakit antrax dan pengobatannya | usahaternak
Pendarahan berwarna hitam pada sapi yang terkena antrax

Ciri dan Gejala antrax pada sapi umunya adalah sebagai berikut :

  1. Sapi demam, lemah dan mudah jatuh/ambruk
  2. Radang pada bagian limpa dan akhirnya sapi menjadi diare
  3. Banyak pendarahan di beberapa bagian tubuh, biasanya berwarna hitam (pada lubang hidung dan mulut, pori – pori dan pada lubang anus sapi)
  4. Nafas tersengah – sengah
  5. Pembengkakan pada bagian bawah perut
  6. Bila sudah akut, sapi akan mati mendadak
Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Antrax pada sapi :
  • Vaksinasi spora avirulen secara berkala tiap tahun pada sapi yang belum terkena
  • Pengecekan, pembersihan dan karantina jika pada suatu daerah sudah terkena antrax
  • Jangan memberi makan sapi dengan akarnya, biasanya hijauan. Berikan rumputnya saja
  • Jangan sering – sering kontak fisik dengan ternak jika tidak benar – benar darurat
  • Jika sapi sudah terkena, berikan antibiotik dengan spektrum luas seperti Penisilin G, Oxytetracyclin, Streptomycin
  • Hewan yang sudah mati jangan dibedah, jangan memegang langsung bagian luka. Langsung kubur saja bila perlu bakar bangkainya.

Penyakit Scabies Pada Sapi dan Pengobatannya

Skabies biasa disebut kudis atau bulug/budug. Scabies juga merupakan penyakit zoonoisis dan dapat menular pada manusia. Biasanya disebabkan oleh alat dan kandang yang kotor. Kotoran tersebut terkadang mengandung tungau sarcoptes scabei. Ternak yang sehat biasanya tertular jika sudah terjadi kontak langsung dengan ternak/sapi yang terkena skabies. Biasanya hewan yang terserang skabies terkesan seperti hewan yang gatal – gatal.

penyakit skabies sapi dan obatnya
Sapi yang terserang skabies

Ciri dan Gejala Scabies pada sapi umumnya adalah :

  1. Sapi sering menggigit bagian tubuhnya
  2. Terkadang menggosok – gosokkan badannya pada kandang (seperti menggaruk – garuk)
  3. Bulu rontok dan nanah mulau muncul pada bagian tubuh
  4. Karena ini adalah penyakit kulit sapi, akan timbul kerak berwarna abu – abu pada bagian tubuh sapi dan kulit terkesan kaku
Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Skabies Pada Sapi :
  • Kandang usahakan berjauhan dengan rumah tinggal
  • Aliran udara dan sanitasi kandang usahakan bagus
  • Usahakan kandang sapi kering dan selalu bersih
  • Hewan yang terdiagnosa skabies harus dipisahkan dan dikarantina
  • Pengobatan yang aman biasanya dengan pemberian minyak kelapa dicampur dengan kapur barus kemudian gosokkan pada kulit yang terkena.
  • Serbuk belerang, dicampur dengan kunyit dan minyak kelapa yang sudah dipanaskan, gosokkan pada kulit sapi. Bisa juga digosok dengan air tembakau.
  • Sapi yang mati setelah terkena skabies tetap dapat dikonsumsi, hanya saja buang bagian yang terkena tungau. Sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter hewan.

Penyakit Cacingan pada Sapi dan Pengobatannya

Disebut pula helminthiasis. Penyakit cacingan merupakan penyakit yang paling sering menyerang ternak yang dipelihara secara tradisional. Dan tergolong penyakit yang mudah ditangani tergantung dengan banyak/sedikit-nya cacing dalam tubuh, jenis cacing yang menyerang (cacing hati, cacing pita, cacing gilig/nematoda)dan penanganan. Jenis cacing yang menyerang sapi sebenarnya sangat banyak jenisnya. Namun yang paling sering menyerang adalah jenis cacing hati dan cacing pita, biasanya disebabkan oleh kondisi pakan yang tidak bersih / mengandung larva cacing. Biasanya pada rumput hijauan. Proses pengobatan biasanya dilakukan dengan melumpuhkan cacing sehingga cacing yang mati tersebut akan ikut keluar melalui kotoran sapi.

cacing pita sapi | usahaternak
Cacing Pita
cacing hati sapi | usahaternak
Cacing hati

Ciri dan Gejala umum yang tampak saat sapi terserang cacingan :

  1. Sapi tidak nafsu makan
  2. Sapi terlihat kurus dari hari ke hari
  3. Susah buang air besar / tidak teratur
  4. Diare berkepanjangan dan mencret
  5. Gerakan melemah dan mata sayu
  6. Nafas terengah – engah
  7. Hidung dan mulut mulai kering
Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Cacingan Pada Ternak :
  • Usahakan kandang tidak sering lembab
  • Jangan terlalu sering menggembalakan sapi karena kita tidak bisa mengontrol kebersihan rumput yang dikonsumsi oleh sapi
  • Sisa pakan di kandang jangan dibiarkan terlalu lama, segera buang atau olah menjadi pupuk tanaman
  • Berikan obat cacing secara rutin dan berkala (biasanya dua bulan sekali)
  • Obat yang biasanya digunakan oleh dokter hewan adalah dalam jenis benzimidazol, Imidathiazol dan Avermectin (konsultasi dengan dokter hewan sebelum menggunakan)
  • Pengobatan tradisional dengan pemberian daun / buah nanas. Terutama untuk melumpuhkan cacing nematoda. Untuk cacing lainnya, bisa diberikan bawang putih karena sangat efektif dan tidak terdapat efek samping.

Penyakit Ingusan Pada Sapi dan Pengobatannya

Penyakit ingusan biasa disebut MCF (MALIGNANT CATHARRAL FEVER). Penyakit ini ditularkan melalui virus Gamma Herpesvirinae dan penularan virus dari ternak jenis domba. Biasanya menyerang sapi yang sering digembalakan bercampur dengan ternak lain seperti domba dan kambing. Biasanya domba yang sudah terserang tidak menunjukkan gejala apapun, tetapi meninggalkan virus tersebut melalui bekas pakan yang telah dikunyah dan dimuntahkan kembali. Sapi yang memakan bekas makanan tersebut akan dapat terkena penyakit ingusan.

penyakit sapi ingusan | usahaternak
Gejala penyakit ingusan pada sapi

Ciri dan Gejala Ingusan pada sapi biasanya adalah :

  1. Timbul cairan pada bagian hidung dan mata ternak, lama kelamaan akan berubah dari encer menjadi lebih kental
  2. Ternak mulai terlihat meneteskan air liur
  3. Bagian moncong kering dan terkadang keluar nanah
  4. Ternak terdengar sulit bernafas dan gemetar
  5. Bagian mata terlihat keruh dan cenderung memutih
  6. Jika sudah parah kulit ternak seperti terkelupas
  7. Sapi berjalan sempoyongan dan lemah, jaringan tubuh rusak dan sapi terlihat kurus
  8. Jika dibiarkan maka sapi akan lumpuh total dan mati
Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Ingusan pada Sapi :
  • Jangan sering menggembalakan sapi bersamaan dengan domba atau kambing
  • Jauhkan kandang sapi dari kandang domba yang baru datang dan belum divaksinasi
  • Kontrol kebersihan pakan yang akan dikonsumsi oleh sapi
  • Jaga kebersihan dan sanitasi kandang
  • Pisahkan dan karantina sapi yang terserang
  • Usaha yang bisa kita lakukan adalah dengan pencegahan infeksi dengan antibiotik sehingga gejala tidak meluas
  • Penyakit ini belum ada obat yang mampu menghilangkan secara keseluruhan, namun dapat hilang sendiri jika penanganan kita cepat dan sapi dipelihara dengan baik
  • Usahakan penanganan secara langsung setelah terlihat gejala ringan, biasanya 4 hari setelah terserang sapi akan semakin memburuk
  • Konsultasikan pada dokter hewan terkait pemakaian obat. Ingat, obati secara langsung setelah terlihat gejala ingusan, jangan terlambat.
  • Ternak yang mati tetap dapat dipotong dan dikonsumsi, namun bagian yang terinfeksi harus dibuang.

Penyakit Ngorok Pada Sapi dan Pengobatannya

Biasa disebut SEPTICHAEMIA EPIZOOTIC (SE) dalam istilah kedokteran. Disebabkan oleh kuman yang bernama Pastuerella multocida serotipe 6B dan Pastuerella multocida serotipe 6E. Biasanya menjangkit pada sapi yang kelelahan / letih. Cenderung menyerang sapi pekerja maupun sapi potong yang stress akibat terlalu banyak aktifitas dan kandang yang lembab atau kurang bersih. Pakan yang buruk kualitasnya juga merupakan sarana penularan kuman ini. Penularan antar ternak biasanya melalui air liur, urine, makanan dan tanah yang terkontaminasi. Kondisi lingkungan yang dingin juga merupakan sarana untuk kuman tersebut berkembang.

Ciri dan Gejala Ngorok pada Sapi adalah :

  1. Sapi sulit bernafas dan gemetar
  2. Keluar air liur terus menerus
  3. Suhu tubuh naik sampai 40 derajat celcius
  4. Busung bagian kepala sampai leher bawah
  5. Radang paru – paru, terlihat pada bagian dada karena sapi kurus
  6. Selaput lendir me-merah
Pencegahan dan Pengobatan Sapi Ngorok :
  • Karantina dan pemeriksaan sapi yang baru datang
  • Vaksinasi rutin ternak dengan oil adjuvant tiap tahun
  • Kandang selalu bersih dan diberi disinfektan
  • Pengobatan yang umum dipakai adalah antibiotik Oxytetracyclin dan Streptomycin, pemakaiannya wajib konsultasi pada yang berpengalaman
  • Karena yang terserang adalah bagian paru – paru, maka jika akan dipotong dan dikonsumsi kita buang bagian paru – paru nya
  • Bangkai dan bagian yang terkontaminasi hendaknya dikubur atau dibakar

Penyakit Demam Pada Sapi dan Pengobatannya

Demam ini umum disebut demam 3 hari. Istilah kedokterannya adalah BOVINE EPHEMERAL FEVER (BEF). Penyebab demam BEF ini adalah gigitan lalat Cullicoides sp dan nyamuk Culex Sp. Penyakit ini tergolong mudah diatasi dan tidak menular terutama bagi manusia.

Ciri dan Gejala Demam pada Sapi (BEF) adalah :

  1. Sapi terlihat lemah dan lesu
  2. Sapi demam tinggi dan terkesan pincang
  3. Susah bergerak dan berdiri
  4. Sesak dan gemetaran
  5. Timbul cairan pada bagian hidung dan mata ternak
  6. Nafsu makan menurun
  7. Jika menjadi penyakit sapi perah, produksi susu akan menurun
Pencegahan dan Pengobatan demam pada sapi :
  • Lingkungan yang bersih
  • Penggunaan insektisida pada kandang
  • Berikan obat penurun panas dan usahakan sapi banyak minum air
  • Obat tradisional bagi BEF adalah pemberian gula merah dan garam dapur dan diminumkan pada sapi.
  • Tetap konsultasi pada dokter hewan untuk lebih baiknya.
  • Daging boleh dipotong dan dikonsumsi

Penyakit Sapi Mubeng dan Pengobatannya

Penyakit sapi mubeng juga sering sekali menyerang sapi. Nama lain dari penyakit ini adalahpenyakit surra. Cara kerja penyakit ini adalah dengan berkembangnya parasit dalam darah dan menurunkan kadar glukosa-nya. Sehingga kondisi tubuh sapi menjadi menurun, kurang nafsu makan, stress dan mudah letih. Penularanan parasit ini disebabkan oleh gigitan lalathaematophagus dan lyperosia dan aneka jenis kutu. Penyakit surra sering menyerang sapi pada musim hujan dimana kondisi kekebalan sapi sering turun dan melemah . Beberapa kasus bahkan dapat menewaskan ternak, terutama kerbau.

Ciri dan Gejala Sapi Mubeng adalah :

  1. Gerakan sapi menjadi tidak aturan (sempoyongan, jalan berputar putar/mubeng) jika sudah parah sering kejang – kejang
  2. Selput lendir menguning
  3. Tidak nafsu makan dan bulu rontok
  4. Demam dan cepat lelah
Pencegahan dan pengobatan Penyakit Sapi Mubeng :
  • Penyemprotan insektisida di kandang ternak (biasanya sejenis asuntol) untuk mencegah datangnya serangga penghisap darah.
  • Hindarkan kandang sapi dari tempat yang rawan menjadi sarang serangga (parit dan tempat lembab)
  • Sisa – sisa pakan ternak jangan sampai membusuk di kandang
  • Bila sapi luka, jangan sampai dibiarkan infeksi dan menjadi makanan bagi lalat
  • Karantina sapi yang sakit dan berikan obat berupa atocyl maupun artosol, namun dalam penggunaannya hendaknya melalui konsultasi dengan dokter hewan setempat

Penyakit Sapi Kembung dan Pengobatannya

Seringkali saya mendengar keluhan peternak yang sapi-nya terkena penyakit kembung, dalam bahasa kedokteran biasa disebut bloat. Penyakit sapi kembung disebabkan oleh macetnya saluran gas dalam tubuh sapi, akibatnya pencernaan tidak lancar dan bagian perut rumen membesar. Ini dapat dilihat dari bagian perut sapi sebelah kiri, apabila sapi kembung pasti akan terlihat membesar. Penyebab utama sapi terserang kembung adalah rumput – rumputan yang basah, kurang berserat. Oleh karenanya seleksi hijauan mutlak diperlukan. Dan berikan prosentase hijauan jenis leguiminose maksimal lima puluh persen.

sapi kembung bloat | usahaternak
Kembung jika dibiarkan bisa menyebabkan kematian

Ciri dan Gejala Sapi Kembung / Bloat :

  1. Perut bagian kiri membesar karena gas tidak dapat keluar
  2. Pernafasan terganggu karena organ pernafasan ditekan oleh membesarnya rumen
  3. Gerakan kurang lincah dan sering terjatuh
  4. Dalam kondisi parah, hewan bisa lumpuh dan mati
Pencegahan dan Pengobatan Kembung Pada Sapi :
  • Jangan biasa memberikan pakan rumput yang masih basah, terutama di pagi hari
  • Kurangi prosentase pemberian leguminose hijauan
  • Jerami kering berikan di pagi hari sebelum memakan hijauan jenis lain
  • Usahakan ternak banyak bergerak sehingga mengurangi gas pada lambung
  • Cara pengobatan yang biasa diberikan adalah anti bloat yang mengandung dimethicone dan minyak nabati yang berasal dari kacang tanah. Minyak nabati bisa disuntikkan pada sapi yang terkena bloat
  • Konsultasikan pada dokter hewan untuk penggunaan obat yang tepat

Penyakit Kuku Busuk Pada Sapi dan Pengobatannya

Seperti namanya, penyakit kutu busuk berkembang di bagian kuku sapi. Sering disebut sebagai penyakit Foot Rot (Pembusukan kaki/kuku). Kuman fusiformis masuk ke dalam celah kuku sapi dan berkembang disana, bahkan daya tahan kuman tersebut semakin lama jika berada di dalam kuku sapi. Penyebab masuknya kuman ini adalah dimana kuku sapi terluka akibat hantaman benda keras di tempat yang kotor dan akhirnya kuman masuk dan berkembang pesat. Jika dibiarkan, kuman ini akan berkembang menjadi penyakit yang melumpuhkan sel – sel di telapak kaki sapi hingga sapi tidak dapat berjalan.

foot rot kutu busuk sapi | usahaternak
Kuku busuk / Foot Rot pada sapi

Ciri dan Gejala Kuku Busuk pada Sapi :

  1. Celah kuku dan tumit terlihat membengkak
  2. Keluar cairan kuning dan berbau busuk pada bagian kuku
  3. Mengelupasnya selaput pada bagian kuku diakibatkan matinya jaringan sel pada bagian tersebut
  4. Sapi terlihat pincang saat bergerak dan kesakitan
Pencegahan dan Pengobatan Kuku Busuk pada Sapi :
  • Jaga kebersihan kandang sehingga bakteri dan kuman sulit berkembang disana
  • Sering periksa kebersihan kuku sapi
  • Jika sudah terserang, segera rendam kaki yang terserang dengan larutan formalin sebanyak 10%
  • Untuk pengobatan dengan suntik, usahakan kaki sapi tetap kering dan disuntikkan larutan sulfat beserta antibiotik sesuai saran dokter hewan
cacingan pada sapi dan obatnya | usahaternak
Sapi yang kurus terkena cacingan
Demikian tadi sobat, beberapa poin informasi mengenai macam – macam penyakit sapi dan cara mengobatinya. Ingat, kebersihan dan perawatan yang baik dan teratur sangat mempengaruhi kesehatan ternak kita. Dan juga sebelum memberikan obat – obatan tersebut, tidak ada salahnya kita berkonsultasi dengan ahlinya terkait dengan dosis, tanggal kadaluarsa dan penggunaannya. Karena sekarang sudah sangat banyak obat hewan dan ternak yang tersedia di pasaran. Kesalahan pemberian dapat berakibat fatal pada ternak yang akan kita obati. Semoga menjadi pelajaran dan ilmu yang baru bagi sobat untuk mengenali macam – macam penyakit menular pada sapi.

ANALISIS PENGGEMUKAN SAPI POTONG SIMMENTAL DAN LIMOUSIN

penggemukan sapi potong

Sering kami dimintai pendapat oleh rekan2 peternak baik pemula maupun yang berpengalaman tentang bagaimana pemilihan calon sapi yang bagus untuk dipelihara dengan tujuan digemukkan pada perusahaan kami. Pertanyaan ini meliputi mulai tentang jenis sapi (ras), bentuk tubuh, umur, berat badan, waktu pemeliharaan sampai panen dan kalkulasi harga jual maupun belinya. Di sini kami hanya ingin berbagi pengalaman saja dan share dengan sesama pelaku usaha peternakan sapi.

1.Jenis Ras dan bentuk tubuh. Sejatinya semua jenis ras punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tentang hal ini sudah banyak diulas di pelbagai literatur tentang sapi potong. Hanya kita sebagai Praktisi peternakan seyogyanya perlu memperhatikan nilai-nilai praktis dan ekonomis dari jenis ras tersebut baik dari sisi kekuatan finansial peternak, peruntukannya dan timing tepat penjualannya. Seperti kita ketahui, untuk ADG (penambahan Berat harian)bolehlah diakui memang sapi jenis limosin dan simmental F1 telah  menjadi primadona yang mana ADGnya mampu mencapai 1,3-2kg/ harinya. Disusul di belakangnya silangan SIMPO dan LIMPO dengan ADG 1-1,7kg/hari. Berlanjut kemudian PO murni, Bali dan seterusnya yang lebih rendah penambahan berat hariannya dan struktur tubuhnya. Namun poin terpenting untuk tidak kita lupakan dari semua itu tentunya adalah Fisiologi dan kriteria performance  sapi itu  sendiri. Tampilan fisik yang ideal mencakup body frame, power depan dan belakang sapi akan mempengaruhi ADG, kemudahan pemeliharaan,dan harga purna jualnya.

2.Umur dan berat badan. Usia sapi yang ideal untuk digemukkan adalah mulai 1,5 sampai dengan 2,5 tahun. di sini kondisi sapi sudah mulai maksimal pertumbuhan tulangnya dan tinggal mengejar penambahan massa otot (daging) yang secara praktis dapat dilihat dari gigi yang sudah berganti besar 2 dan 4 buah. Sapi yang sudah berganti 6 gigi besarnya (3 tahun ke atas) juga cukup bagus. Hanya di usia ini sudah muncul gejala fatt (perlemakan) yang tentunya akan berpengaruh dengan nilai jual dari pelaku pemotongan ternak. Sapi apabila masih di bawah usia ideal penggemukan biasanya lebih lambat proses gemuknya dikarenakan selain bersamaan pertumbuhan tulang dan daging juga sangat rentan resiko penyusutan serta labil proses penambahan berat disebabkan adaptasi tempat yang baru, pergantian pola pakan dan teknis perawatan serta penyakit. Tentang variabel berat tubuh, pastinya akan kita lihat dulu dari jenis ras apa sapi yang akan kita pelihara. Sapi jenis limousin dan simmental maupun silangannya dengan PO kala umur 1,5 tahun sudah berbobot rata-rata 350-400 kg, sedang sapi PO murni hanya kisaran 185-275 kg. Nah, dari sini nantinya  kita akan mulai berhitung  tentang teknis penilaian ideal untuk mengukur sistem pemeliharaan dan  transaksi jual beli.

3.Masa pemeliharaan. Sesuai pengalaman kami yang baru sedikit ini, kami menyarankan pada mitra peternak kami bahwa sapi yang akan digemukkan agar memakai mekanisme : apabilamasa panen jangka pendek (k.l 100 hari) pilihlah jenis limousin, simmental dan silangannya (F1 maupun F2) dengan berat mulai 390-500 kg. Jika proporsional pemeliharaannya, sapi tersebut akan mampu bertambah minimal 100kg saat panennya. Namun kalau yang diinginkan masa panen jangka menegah dan panjang ( k.l 250 hari hingga lebih dari 1 tahun) disarankan agar memilih jenis F1 simmental dan limousin yang murni genetiknya dengan berat di bawah 350 kg. Kebanyakan peternak yang berpola seperti ini  biasanya untuk investasi, pemurnian genetik indukannya atau bahkan sebagai hewan kesayangan (klangenan jawa.red). muncul satu pertanyaan yang menggelitik; lebih untung pola yang mana?

4.Perhitungan harga. Sapi untuk pemeliharaan jangka menengah (k.l 250 hari) dengan berat di bawah 300 kg rata-rata  masih belum dapat mencapai rendemen karkas lebih dari 49%. Sehingga apabila ingin dijual, pembeli barunya biasanya masih akan meneruskan penggemukannya lagi.Jika kita analisa, sapi F1 umur 5-8 bulan harga pasaran rata-rata per mei 2009 adalah 7,5-10 juta dengan bobot 250-325 kg. Kita ambil tengah-tengahnya saja lalu kita konversikan dengan harga timbang hidup jatuhnya sekitar Rp.31.000;/kg timbang di pasar. Kenapa seperti itu ??? sapi dengan berat 380-525 kg seharga Rp.24.000/kg (sesuai harga loco di farm kami) adalah untuk kriteria jenis BAKALAN. Jadi di spek ini kita sudah mulai dapat mengukur standar perhitungan baik umur sapinya, prosentase rendemen karkasnya (berat daging tulang), capaian bobot maksimal, sampai dengan masa panennya. Beda halnya dengan berat 300kg ke bawah; karena itu masih tergolong jenis BIBIT.Jadi sistem transaksinya mirip seperti di bursa pelelangan yang harganya ditentukan berdasarkan kerelaan penjual dengan kepuasan dan jatuh hati sang pembeli. Maka disitulah kita baru dapatkan harga umum dan rata-rata kepantasan transaksi di pasar ataupun di peternak yag ketemunya ternyata di harga Rp.31.000.Kita tentu belum dapat mengukur standarisasi, berapa nanti capaian berat maksimal dan waktu panennya apalagi berapa rendemen karkasnya.Lain daripada itu, sistem pasar peternakan kita malah sudah tidak ada lagi sertifikasi /surat keterangan bibit saat sapi dijual yang berbeda saat zaman orde baru dulu, ironi memang.sehingga kita pasti akan kesulitan mencari blood link sapi, alamat peternak apalagi cara perawatan dan ransumnya.Kecuali kalau sapi tersebut kita beli langsung di breeder
Sedikit analogi: apakah anda mampu menaksir berapa ton padi  dalam 1hektar yang akan anda panen saat umur benih baru ditancapkan 15 hari atau sebulan sekalipun? bagaimana dengan resiko hama, kelangkaan pupuk dan pengairannya? apakah anda bisa pastikan akan menuai panennya? ini analogy untuk BIBIT.
Nah sekarang, kesulitankah  anda memprediksi, berapa ton gabah yang akan anda dapatkan saat padi anda telah berbulir siap menguning? ini kiasan untuk BAKALAN, kalaupun panen anda akhirnya kurang maksimal masihlah kita dapatkan gabah meski rendah mutu dan tidak banyak jumlahnya.Taruh kata untuk bibit yang beratnya dibawah 300 kg kalau selama dipelihara sapi tadi mencapai bobot 600kg (adakah jaminan????) maka akan diperoleh pendapatan sbb; 600 kg X Rp.24.000/kg (harga siap potong) : Rp. 14.400.000; – Rp. 9.300.000( harga bakalan) = Rp.5.100.000 selama l.k.250 hari.  Bandingkan dengan pola 100 hari, disini apabila  anda  membeli bakalan,bobotnya rata-rata 430kg komposisi mix F1 dan F2. harga dasarnyapun  masihlogis di banding pola jangka panjang. Analisanya sebagai berikut : 430 kg X Rp.24.000 = Rp.10.300.000; Masa pemelihara 100 hari dicapai berat  560 kg (banyak yang menjamin..) dengan ADG 1,3kg X Rp.24.000; akan didapat penghasilan = Rp.13.440.000 – Rp.10.300.000 (modal pembelian) keuntungannya : Rp.3.100.000 selama 100 hari. Maka dalam 1 tahun kita akan dapat panen 3 kali.

Pola pemeliharaan di perusahaan kami dalam 1 tahun (menurut kalender Hijriyah) adalah : pada bulan muharram dilaksanakan pengadaan untuk sapi jenis simmental, limousin dan silangannya yang akan dipanen pada bulan Rabi’ul Akhir. Pengadaan ke II dilaksanakan di bulan Jumadil Awal dan akan dipanen nantinya pada bulan ramadlan. Di bulan Syawal kami lakukan pengadaan sapi jenis PO murni karena bulan Dzulhijjah harga sapi PO selisih Rp.3-4000/kg lebih mahal panenannya. Demikian rotasi ini senantiasa kami tetapkan sebagai acuan kerja.
Segala yang menyangkut istilah seperti tersebut di atas hanyalah sekedar teknis empiris yang pernah kami alami dan bukanlah istilah ilmiah yang jauh dari pengetahuan kami.
Semuanya ada kelebihan dan kekurangannya.Mohon dikoreksi  untuk jadi evaluasi dan introspeksi kami agar ke depan lebih baik lagi dalam beternak.
Semoga bermanfaat.

25
Apr
14

JENIS SAPI POTONG INDONESIA


foto dan gambar sapiterlengkap baik sapi lokal, maupun sapi non lokal. Kami ingin sahabat ternak mengetahui bagaimana ciri fisik, postur, dan wujud asli sapi yang diidamkan. Setelah sebelumnya kami menjawab rasa penasaran sahabat ternak tentang kambing melalui galeri gambar kambing lokal dari kami, maka sekarang kami ingin menjawab rasa penasaran sahabat ternak tentang gambar jenis sapi favoritnya. Kami ingin mengklasifikasikan gambarnya berdasarkan kategori sapi tersebut ke dalam beberapa kategori, seperti gambar sapi pedaging / potong, gambar sapi perah, dan gambar sapi pekerja mengacu pada klasifikasi jenis sapi di seluruh dunia. Gambar sapi yang kami sajikan adalah gambar sapi asli, bukan gambar sapi kartun, selamat menikmati keindahan kekayaan alam ternak.

Gambar Sapi Pedaging

Berikut ini adalah koleksi gambar sapi pedaging baik yang ada di Indonesia maupun di luar negeri, rata-rata ciri fisik sapi pedaging adalah tidak memiliki kelenjar susu yang besar dan memiliki perawakan yang besar. Umumnya dipelihara untuk dipotong dan dikonsumsi dagingnya.

Gambar Sapi Aceh

ImageImage

Sapi aceh merupakan satu sapi pedaging lokal favorit yang merupakan hasil persilangan antara sapi lokal dengan sapi ongole. Ciri fisiknya memiliki warna merah kecoklatan seperti warna sapi lokal dengan punuk kecil seperti sapi ongole

Seleksi Calon Bibit Sapi Aceh Betina Sesuai SNI

Image

Pelaksanaan seleksi sapi Aceh Betina dilaksanakan pada senin (24/03/2014) oleh Wasbitnak BPTU-HPT Indrapuri. Pemilihan dilakukan dalam rangka rencana sertifikasi sapi Aceh betina ke lembaga sertifikasi produk (LS Pro). Seperti halnya pemilihan sapi Aceh Jantan, sapi Aceh betina dipilih dan dikategorikan ke dalam tiga kelompok (berdasarkan SNI) yaitu kategori I, II, III. Sapi-sapi yang dilakukan penyeleksian berumur 15 – 48 bulan. Sapi-sapi yang telah bersertifikat yang berumur 15-18 bulan (betina) dan 24-36 bulan (jantan) akan didistribusikan/dijual, sedangkan sapi Aceh betina yang berumur lebih dari 18 bulan dan jantan yang lebih dari 36 bulan, akan digunakan sebagai Induk pengganti/ replacement bersertifikat di BPTU-HPT Indrapuri.

Keunggulan Sapi Aceh

Sapi Aceh merupakan salah satu rumpun sapi lokal Indonesia yang telah ditetapkan oleh pemerintah melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 2907/Kpts/OT.140/6/2011, yang mempunyai sebaran asli geografis di Provinsi Aceh yang dibudidayakan secara turun temurun. Sapi Aceh umumnya diternakkan oleh masyarakat sebagai penghasil daging.

sapi betina2Selain itu juga sebagai ternak kerja, tabungan, budaya meugang dan peupok leumo (adu sapi). Beberapa ahli berpendapat bahwa Bos sundaicus merupakan biangnya sapi-sapi yang ada di Indonesia, berkembang dan mengalami persilangan berurutan dengan sapi Zebu yang dibawa oleh orang-orang Hindu. Sapi Aceh yang telah lama dipelihara rakyat merupakan jenis sapi Zebu tropis berasal Bos indicus (Salim, B. 1990).

Sapi Aceh yang dijumpai di beberapa kabupaten di Provinsi Aceh memiliki fisik lebih besar dari sapi Sumatera karena lebih banyak disilangkan dengan sapi Benggala (Zebu) Penampilan Produksi Berat Lahir Berat lahir pedet betina sapi Aceh 14,75 kg dan pedet jantan 15,9 kg dengan angka kelahiran rata-rata 65-85% Produksi Daging Berat karkas sapi Aceh jantan berkisar 129,9 kg dan sapi Aceh betina 109,8 kg. Sedangkan persentase karkas rata-rata 49-51%.

7 Keunggulan Sapi Aceh

1. Plasma nutfah
2. Adaptasi terhadap lingkungan tropis sangat baik
3. Kapabilitas terhadap pakan kualitas jelek
4. Relative tahan terhadap parasit internal dan ekternal
5. Produktivitas baik
6. Karkas 49-51%

 7. Struktur daging memiliki jaringan lebih halus, padat dan lebih baik dari sapi Brahman & PO

Gambar Sapi Angus

Image

Sapi angus adalah sapi yang berasal dari daratan Eropa tepatnya dari negara Inggris. Daging sapi angus terkenal mutu dan kualitas dagingnya yang baik karena tidak banyak lemak. Ciri fisik sapi angus dapat dikenali dari warna tubuhnya yang hitam dan dengan tubuh besar kekar berisi namun tidak bertanduk.

Gambar Sapi Beefmaster

Image

Sapi beefmaster adalah sapi yang pertama kali dikembangkan di Amerika (US) yang ,erupakan hasil persilangan antara sapi brahman jantan dengan sapi betina shorthorn ataupun hereford dari Inggris. Ciri fisiknya dapat dikenali dari tubuhnya yang besar dengan punuk dan bulu berwarna coklat kemerahan.

 

Jenis-jenis Sapi Potong di Indonesia

Jenis-jenis Sapi Potong di Indonesia

Sapi Bali

Sapi Bali adalah Banteng (Bos Sondaicos) yang telah mengalami domistikasi (penjinakkan). Terdapat di Indonesia di Pulau Bali, yang dibudidayakan secara alami. Merupakan sapi tipe dwiguna (pedaging dan pekerja). Sapi Bali mempunyai bentuk dan tanda-tanda yang sama dengan Banteng, hanya ukurannya lebih kecil akibat proses domistikasi. Tinggi sapi dewasa mencapai 130 cm, berat badan antara 300-400 kg, Jantan kebiri dapat mencapai 450 kg.

clip_image001

Sapi Bali memiliki warana bulu yang khas. Pedet (anak sapi atau sapi yang belum dewasa) warna bulunya merah sawo matang atau merah bata. Pada sapi dewasa betina warna akan tetap, tetapi untuk yang jantan berubah menjadi kehitam-hitaman.

Terdapat warna putih pada bagian-bagian tertentu, misalnya pada keempat kakinya, mulai dari sendi tarsus dan carpus kebawah sampai kuku, pada bagian pelvis dengan batas yang nampak jelas karena dibatasi oleh pertemuan bulu yang mengarah ke dalam dan ke luar, pada bibir bawah, tepi daun telinga dan bagian dalam daun telinga. Pada bagian punggung mempunyai garis hitam(garis belut). Tanduk yang jantan tumbuh agak di bagian luar kepala, mengarah ke latero-dorsal, terus membelok dorso cranial, sedang yang betina agak dibagian dalam dari kepala, mengarah ke latero-dorsal menuju dorso medial.

Sapi Madura

Sapi Madura merupakan hasil persilangan Bos Indicus (Zebu) dengan Bos Sondaicus (Banteng). Pada tubuhnya dijumpai tanda-tanda sebagai warisan dari kedua golongan sapi tersebut. Sapi Madura merupakan sapi tipe dwiguna (pedaging dan pekerja).

clip_image002

Sapi jantan memiliki tubuh bagian depan lebih teguh daripada tubuh bagian belakang, sedikit berpunuk yang betina tidak berpunuki. Warna baik jantan maupun yang betina adalah merah bata. Tanduk melengkung setengah bulan dengan ujungnya menuju ke arah depan. Berat badan maksimum dapat mencapai 350 kg dengan tinggi rata-rata 118 cm.

Sapi Ongole dan Peranakan Ongole (PO)

Bangsa sapi ini berasal dari India dan termasuk golongan Zebu atau sapi berponok. Diternakan secara murni di P. Sumba, sehingga terkenal dengan sebutan SO (Sumba Ongole).  Sering orang bilang, Limosin. Sapi ongole merupakan jenis sapi tipe kerja yang sangat baik, tenaganya kuat ukuran tubuhnya besar, tahan lapar dan haus serta memiliki memiliki toleransi makanan yang sederhana.

clip_image004

Sapi ongole memiliki punuk besar dan berglambir (lipatan-lipatan kulit yang terdapat dibagian bawah leher dan perut). Telinganya panjang dan menggantung. Kepala relatif pendek dengan profil melengkung, mata besar dan tenang. Kulit disekitar lobang mata selebar + 1 cm, berwarna hitam, tanduk pendek, kadang-kadang hanya bungkul kecil saja. Tanduk sapi betina lebih panjang dari pada sapi jantan.

clip_image005

Sapi Peranakan Ongole (PO) adalah hasil perkawinan antara sapi ongole dengan sapi Jawa. Sapi ini adalah jenis pekerja yang baik. Tenaga besar, ukuran tubuh besar, sifat sabar, tahan terhadap panas lapar dan haus, serta mampu mengkonsumsi pakan berkualitas rendah. Sifat dan daya reproduksi sapi PO betina lebih tinggi dibandingkan dengan sapi bali dan madura.

a. Warna

Warna bulu bervariasi dari putih sampai putih kelabu dengan campuran kuning oranxe keabuan. Pada sapi jantan bagian leher, punuk sampai kepala berwarna putih keabuan, sedangkan pada anak yang baru lahir berwarna coklat dan berubah menjadi putih kelabu.

b. Bentuk

Bentuk tanduk pada jantan lebih pendek dibandingkan betina, memiliki punuk bulat, besar dan bergelambir lebar tergantung mulai leher melalui perut hingga ambing atau skrotum. Tinggi sapi jantan mencapai 150 cm dengan bobot 600 kg, sedangkan sapi betina mencapai 135 cm dengan bobot badan 450 kg dengan PBBH mencapai 0,47-0,81

c. Keunggulan Sapi Ongole

  • Bobot badan besar, sehingga jumlah daging yang dihasilkan lebih besar.
  • Mampu bertahan pada suhu tinggi (40 0 C) dengan kondisi pakan yang berkualitas rendah.
  • Betina kawin pertama umur 18 bulan, beranak pertama umur 30 bulan, jantan kawin pertama umur 30-36 bulan.

Sapi Brahman

Sapi ini termasuk golongan sapi Zebu yang berkembang di Amerika yang beriklim panas. Sap Brahman memiliki karakteristik ponok besar dan kulit yang longgar dengan lipatan kulit dibawah leher dan perut yang lebar, telinga menggantung. Warna kulit umumnya abu-abu, tetapi ada juga yang merah. Tidak bertanduk dan hanya berupa bungkul, kepala relatif pendek dengan profil melengkung, dengan kaki panjang dan kokoh.

clip_image006

Tinggi sapi jantan 121-128 cm dan betina 116-123 cm. Sapi ini memiliki mutu genetik dan daya reproduksi yang paling baik dibandingan sapi lokal.

Keunggulan dari sapi Brahman antara lain pertambahan berat badan relatif cepat, prosentase karkas besar, serta merupakan sapi potong tipe dwiguna yang mampu berkembang biak dengan baik pada lingkungan yang tidak menguntungkan. Tahan terhadap gigitan caplak dan nyamuk. Resisten terhadap demam texas dan dapat beradaptasi terhadap makanan yang jdlek. Merupakan tipe potong dari daerah tropis yang terbaik.

Sapi Aberden Angus

Sapi ini merupakan sapi tipe potong keturunan Bos Taurus yang berasal daratan Scotlandia Utara. Sapi Aberden Angus memiliki karakteristik kulit berwarna hitam, tidak bertanduk, tubuh rata, lebar dan dalam, seperto balok, padat dengan urat daging yang baik. Berat badan betina dewasa mencapai 1600 pounds sedang jantan dewasa 2000 pounds.

clip_image007

Tabel  1. Ukuran Linier Badan Sapi

Uraian                          Bali     Ongole   PO      Madura

Panjang Badan (cm)  132,6  136,9     131,3  127,3

Lingkar Dada (cm)     185,2  183,3     162,3  158,8

Berat Hidup (Kg)        352,4   368,3     302,6  258,3

Berat Karkas (Kg)      197,1   179,9     136,2  121,9

Tabel 2. Rata-rata tertimbang bagian tubuh hasil pemotongan sapi

Uraian                           Bali     Ongole  :   PO    Madura

Berat Kepala (Kg)       15,1    19,6         15,2   15,1

Berat Kulit (Kg)            30,4    26,8        18,4    16,0

Berat Kaki (Kg)              6,1       7,5         5,8        5,1

Berat ekor (Kg)              1,9       2,9        2,3         2,9

Berat jeroan (Kg)         15,9     26,0      15,5      14,6

sumber : epetani dot net

dari  sumber lain, berikut   Informasi tentang Jenis-jenis Sapi Lain yang direlease sudah diternakkan di Indonesia :

1. Sapi LIMOUSIN (Diamond Limousine)
clip_image009 clip_image010
clip_image012 clip_image013

 

Sapi Limousin kadang disebut juga Sapi Diamond Limousine (termasuk Bos Taurus), dikembangkan pertama di Perancis, merupakan tipe sapi pedaging dengan perototan yang lebih baik dibandingkan Sapi Simmental.

Secara genetik Sapi Limousin adalah sapi potong yang berasal dari wilayah beriklim dingin, merupakan sapi tipe besar, mempunyai volume rumen yang besar, voluntary intake (kemampuan menambah konsumsi di luar kebutuhan yang sebenarnya) yang tinggi dan metabolic rate yang cepat, sehingga menuntut tata laksana pemeliharaan lebih teratur.

Sapi jenis limousin ini merupakan salah satu yang merajai pasar-pasar sapi di Indonesia dan merupakan sapi primadona untuk penggemukan, karena perkembangan tubuhnya termasuk cepat, bisa sampai 1,1 kg/hari saat masa pertumbuhannya.
Sapi lainnya yang juga merajai pasar-pasar sapi adalah Sapi PO dan Sapi Bali.2. Sapi PO (Peranakan Ongole)

clip_image005[1] clip_image015
clip_image016 clip_image018

 

Sapi PO (singkatan dari Peranakan Ongole), di pasaran juga sering disebut sebagai Sapi Lokal atau Sapi Jawa atau Sapi Putih.
Sapi PO ini hasil persilangan antara pejantan sapi Sumba Ongole (SO) dengan sapi betina Jawa yang berwarna putih. Sapi Ongole (Bos Indicus) sebenarnya berasal dari India, termasuk tipe sapi pekerja dan pedaging yang disebarkan di Indonesia sebagai sapi Sumba Ongole (SO).

Warna bulu sapi Ongole sendiri adalah putih abu-abu dengan warna hitam di sekeliling mata, mempunyai gumba dan gelambir yang besar menggelantung, saat mencapai umur dewasa yang jantan mempunyai berat badan kurang dari 600 kg dan yang betina kurang dari 450 kg.

Bobot hidup Sapi Peranakan Ongole (PO) bervariasi mulai 220 kg hingga mencapai sekitar 600 kg.

Saat ini Sapi PO yang murni mulai sulit ditemukan, karena telah banyak disilangkan dengan sapi Brahman. Oleh karena itu sapi PO sering diartikan sebagai sapi lokal berwarna putih (keabu-abuan), berkelasa dan gelambir.

Sesuai dengan induk persilangannya, maka Sapi PO terkenal sebagai sapi pedaging dan sapi pekerja, mempunyai kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap perbedaan kondisi lingkungan, memiliki tenaga yang kuat dan aktivitas reproduksi induknya cepat kembali normal setelah beranak, jantannya memiliki kualitas semen yang baik.

Keunggulan sapi PO ini antara lain : Tahan terhadap panas, tahan terhadap ekto dan endoparasit; Pertumbuhan relatif cepat walau pun adaptasi terhadap pakan kurang; Prosentase karkas dan kualitas daging baik.3. Sapi BALI

clip_image019 clip_image020
clip_image022 clip_image024

 

Sapi Bali (Bos Sondaicus) adalah sapi asli Indonesia hasil penjinakan (domestikasi) banteng liar yang telah dilakukan sejak akhir abad ke 19 di Bali, sehingga sapi jenis ini dinamakan Sapi Bali.

Sebagai “mantan” keturunan banteng, sapi Bali memiliki warna dan bentuk persis seperti banteng. Kaki sapi Bali jantan dan betina berwarna putih dan terdapat telau, yaitu bulu putih di bagian pantat dan bulu hitam di sepanjang punggungnya.
Sapi Bali tidak berpunuk, badannya montok, dan dadanya dalam.

Sapi Bali jantan bertanduk dan berbulu warna hitam kecuali kaki dan pantat. Berat sapi Bali dewasa berkisar 350 hingga 450 kg, dan tinggi badannya 130 sampai 140 cm. Sapi Bali betina juga bertanduk dan berbulu warna merah bata kecuali bagian kaki dan pantat. Dibandingkan dengan sapi Bali jantan, sapi Bali betina relatif lebih kecil dan berat badannya sekitar 250 hingga 350 kg.

Sewaktu lahir, baik sapi Bali jantan maupun betina berwarna merah bata. Setelah dewasa, warna bulu sapi Bali jantan berubah menjadi hitam karena pengaruh hormon testosteron. Karena itu, bila sapi Bali jantan dikebiri, warna bulunya yang hitam akan berubah menjadi merah bata.

Keunggulan sapi Bali ini antara lain : Daya tahan terhadap panas tinggi; Pertumbuhan tetap baik walau pun dengan pakan yang jelek; Prosentase karkas tinggi dan kualitas daging baik; Reproduksi dapat beranak setiap tahun.4. Sapi BRAHMAN

clip_image025 clip_image026

 

clip_image027Sapi Brahman adalah keturunan sapi Zebu atau Boss Indiscuss. Aslinya berasal dari India kemudian masuk ke Amerika Serikat (AS) pada tahun 1849 dan berkembang pesat disana. Di Amerika Serikat, sapi Brahman ini dikembangkan, diseleksi dan ditingkatkan mutu genetiknya. Setelah berhasil, jenis sapi ini diekspor ke berbagai negara. Dari AS, sapi Brahman menyebar ke Australia dan kemudian masuk ke Indonesia pada tahun 1974. clip_image028

Sapi Brahman relatif tahan terhadap penyakit dan mempunyai variasi wana kulit yang beragam dari yang berwarna putih, coklat sampai yang kehitaman, Brahman memiliki kualitas karkas yang bagus.

Ciri khas sapi Brahman adalah berpunuk besar dan berkulit longgar, gelambir dibawah leher sampai perut lebar dengan banyak lipatan-lipatan. Telinga panjang menggantung dan berujung runcing. Sapi ini adalah tipe sapi potong terbaik untuk dikembangkan.

Persentase karkasnya 45-50%. Keistimewaan sapi ini tidak terlalu selektif terhadap pakan yang diberikan, jenis pakan (rumput dan pakan tambahan) apapun akan dimakannya, termasuk pakan yang jelek sekalipun. Sapi potong ini juga lebih kebal terhadap gigitan caplak dan nyamuk serta tahan panas.5. Sapi BX (Brahman cross)

clip_image029 clip_image030
clip_image031 clip_image032

 

Sapi BX (Brahman Cross), adalah ternak sapi hasil domestikasi/penjinakan sapi Brahmanyang dikembangkan di Amerika dan Australia dan disilangkan dengan berbagai jenis sapi lainnya, seperti sapi Shorthorn, sapi Santa Gertrudis, Droughmaster, Hereford, Simmental, dan sapi LimousinHasil silangan ini kemudian disilangkan lagi dengan sapi Brahman sehingga campuran darah dalam setiap keturunan sangat bervariasi.

Model yang diterapkan dalam pelaksanaan pengembangan sapi Brahman Cross adalah menghasilkan ternak sapi yang memiliki pertumbuhan baik dan tahan terhadap iklim tropis serta tahan terhadap penyakit/hama penyebab penyakit, kutu dan tunggau.

Oleh karena itu, sapi ini cocok dikembangkan di Indonesia yang beriklim tropis.

Warna kulit sapi ini sangat bervariasi antara lain putih abu-abu, hitam, coklat, merah, kuning, bahkan loreng seperti harimau. Pasar tradisional tertentu masih ada yang “fanatik” dengan warna kulit, sehingga dengan banyaknya variasi warna kulit sapi ini bisa memenuhi selera tiap-tiap pasar yang cenderung masih spesifik.

Sapi Brahman Cross mulai diimport Indonesia (Sulawesi) dari Australia pada tahun 1973. Pada tahun 1975, sapi Brahman cross didatangkan ke pulau Sumba dengan tujuan utama untuk memperbaiki mutu genetik sapi Ongole di pulau Sumba. Import`si Brahman cross dari Australia untuk UPT perbibitan (BPTU Sumbawa) dilakukan pada tahun 2000 dan 2001 dalam rangka revitalisasi UPT. Penyebaran di Indonesia dilakukan secara besar-besaran mulai tahun 2006 dalam rangka mendukung program percepatan pencapaian swasembada daging sapi.

Dengan pemeliharaan secara intensif yaitu dengan kandang yang sesuai dan pakan yang berkualitas serta iklim yang menunjang, sapi ini sangat bagus pertumbuhannya. Average Daily Gain (ADG) Brahman Cross berkisar antara 1,0 – 1,8 kg/hari. Bahkan dalam kondisi tertentu bisa mencapai 2 kg/hari. Dibandingkan dengan sapi lokal terutama PO (Peranakan Ongole) yang ADG nya hanya berkisar 0,4 – 0,8 kg/hari tentunya sapi ini lebih menguntungkan untuk fattening (penggemukan).

Karkas Brahman Cross bervariasi antara 45% – 55% tergantung kondisi sapi saat timbang hidup dan performance tiap individunya. Pemeliharaan ideal untuk fattening adalah selama 60-70 hari untuk sapi betina, sedangkan untuk jantannya antara 80-90 hari, karena apabila digemukkan terlalu lama maka perkembangannya akan semakin lambat dan akan terjadi perlemakan dalam daging (marbling) yang hal ini di pasar lokal (RPH) tradisional kurang disukai oleh customer.

Dari berbagai keunggulan tersebut di atas, dewasa ini di Indonesia terutama di wilayah Jawa Barat dan Sumatera banyak bermunculan Feedlot yang secara intensif menggemukan sapi Jenis Brahman Cross ini.6. Sapi SIMMENTAL (METAL)

clip_image034 clip_image035
clip_image036 clip_image037

 

Sapi Simmental di kalangan peternak populer dengan nama Sapi Metal, dan sebagian peternak atau pedagang sapi kadang salah kaprah dengan menyebutnya sapi limousin, bahkan ada yang menyebut sapi Brahman.

Sapi Simmental (juga termasuk Bos Taurus), berasal dari daerah Simme di negara Switzerland (Swiss), namun sekarang berkembang lebih cepat di benua Amerika, serta di Australia dan Selandia Baru (New Zealand). Sapi ini merupakan tipe sapi perah dan pedaging.

Sapi jantan dewasanya mampu mencapai berat badan 1150 kg sedang betina dewasanya 800 kg. Secara genetik, sapi Simmental adalah sapi potong yang berasal dari wilayah beriklim dingin, merupakan sapi tipe besar, mempunyai volume rumen yang besar, voluntary intake (kemampuan menambah konsumsi diluar kebutuhan yang sebenarnya) yang tinggi dan metabolic rate yang cepat, sehingga menuntut tata laksana pemeliharaan yang lebih teratur.7. Sapi MADURA

clip_image039 clip_image040
clip_image041 clip_image042

 

Sapi Madura adalah salah satu sapi potong lokal yang asli Indonesia, pada awalnya banyak didapatkan di Pulau Madura, namun sekarang sudah menyebar ke seluruh Jawa Timur.

Sapi Madura pada mulanya terbentuk dari persilangan antara banteng dengan Bos indicus atau sapi Zebu, yang secara genetik memiliki sifat toleran terhadap iklim panas dan lingkungan marginal serta tahan terhadap serangan caplak.

Karakteristik sapi Madura sangat seragam, yaitu bentuk tubuhnya kecil, kaki pendek dan kuat, bulu berwarna merah bata agak kekuningan tetapi bagian perut dan paha sebelah dalam berwarna putih dengan peralihan yang kurang jelas; bertanduk khas dan jantannya bergumba

Ciri-ciri umum fisik Sapi Madura adalah : Jantan maupun betinanya sama-sama berwarna merah bata; Paha belakang berwarna putih; Kaki depan berwarna merah muda; Tanduk pendek beragam, pada betina kecil dan pendek berukuran 10 cm, sedangkanpada jantannya berukuran 15-20 cm; Panjang badan mirip Sapi Bali tetapi memiliki punuk walaupun berukuran kecil.

Secara umum, Sapi Madura memiliki beberapa keunggulan antara lain mudah dipelihara; Mudah berbiak dimana saja; Tahan terhadap berbagai penyakit; Tahan terhadap pakan kualitas rendah.Dengan keunggulan tersebut, Sapi Madura banyak diminati oleh para peternak bahkan para peneliti dari Negara lain. Sudah banyak Sapi Madura dikirim ke daerah lain.

Sapi dalam kehidupan masyarakat Madura, bukan hanya mempunyai tempat khusus di kehidupan para petani di Madura, Sapi Madura juga membawa pengaruh terhadap tradisi budaya yang memberikan efek positip terhadap kelestarian Sapi Madura ini. Sapi Madura berjenis kelamin jantan, dimanfaatkan sebagai “Sapi Kerapan” yang menjadi salah satu aset pariwisata penting di Pulau Madura.8. Sapi BRANGUS

clip_image043

clip_image044 clip_image045






Sapi Brangus ini adalah persilangan betina Brahman dan pejantan Aberden Angus.
Sapi Brangus ini juga merupakan salah satu dari jenis BX (Brahman cross).

Ciri-ciri sapi Brangus antara lain warna hitam, leher dan telinga pendek, punggung lurus, badan kompak dan padat, kaki kuat dan kokoh, komposisi darah 5/8 Angus dan 3/8 Brahman.

Keunggulan sapi Brangus antara lain tubuh besar dan kompak, pertumbuhannya cepat, berat badan dewasa di atas 900 kg, tahan terhadap iklim tropis dan pakannya sederhana.9. Sapi ABERDEEN ANGUS

clip_image047 clip_image048
Sapi Aberdeen Angus ini masuk di Indonesia melalui Selandia Baru, tapi awal mulanya berasal dari Skotlandia.

Ciri-ciri sapi Aberdeen Angus antara lain warna hitam, leher dan telinga pendek, penuh bulu, punggung lurus, badan kompak dan padat, kaki kuat dan kokoh.

Keunggulan sapi Aberdeen Angus antara lain tubuh besar dan kompak, pertumbuhannya badan cepat, berat badan dewasa di atas 900 kg, tahan terhadap iklim dan pakan tropis.10. Sapi ANGUS

clip_image050 clip_image051
Sapi Angus merupakan sapi yang mempunyai tingkat kualitas karkas yang sangat bagus, serta mempunyai ketahanan terhadap penyakit dan merupakan keturunan dari sapi Brahman.

Sapi Angus ini masuk ke Indonesia melalui Selandia Baru.

Sapi ini juga mempunyai tingkat produktivitas dalam berkembang biak yang sangat bagus, dimana betinanya mempunyai kemampuan yang sangat bagus untuk berkembang biak dan menyusui anaknya.
Sapi Angus ini juga merupakan salah satu dari jenis BX (Brahman cross).11. Sapi SANTA GERTRUDIS

clip_image052 clip_image054
Sapi Santa Gertrudis ini adalah hasil persilangan antara pejantan Brahman dan betina shorthornyang di kembangkan pertama kali di King Ranch Texas Amerika serikat tahun 1943.

Sapi Santa Gertrudis ini masuk Indonesia mulai tahun 1973, bobot jantan dewasa di atas 900 kg dan betina di atas 725 kg. Sapi ini juga merupakan salah satu dari jenis BX (Brahman cross).12. Sapi DROUGHMASTER

clip_image056 clip_image057
Sapi Droughmaster merupakan persilangan antara betina Brahman dan pejantan Shorthorn, dikembangkan di Australia dan jarang sekali kita jumpai di Indonesia.

Sapi Droughmaster ini juga merupakan salah satu dari jenis BX (Brahman cross).13. Sapi SHORTHORN

clip_image058 clip_image060
Sapi Shorthorm ini dikembangkan di negara Inggris bagian utara. Bobot jantan dewasa di atas 1100 kg sedangkan bobot betina di atas 850 kg.

Sapi Shorthorm berwarna merah coklat tua, putih, merah coklat tua dan putih. Mempunyai bentuk puting susu yang baik dan produksi susunya pun baik. Anaknya kecil, namun akan tumbuh dengan cepat besar. Kualitas dagingnya baik.

Sapi ini sebenarnya sebagai sapi perah. Di eksport dari Inggris ke Amerika pertama kali pada tahun 1780. Disebut juga sebagai sapi jenis DURHAM.14. Sapi BEEFMASTER

clip_image061 clip_image063
Sapi Beefmaster merupakan persilangan antara sapi Brahman, sapi Hereford, dan sapi Shorthorn yang dikembangkan pertama kali oleh Mr. Lasater.

Kombinasi antara ketiga sapi tersebut menghasilkan sapi yang superior. Sapi Beer Master ini juga merupakan salah satu dari jenis BX (Brahman cross).15. Sapi RED ANGUS

clip_image064 clip_image066
Sapi Red Angus tidak bertanduk, sangat mudah berkembang biak, dan cepat dewasa. Kualitas dagingnya sangat baik.

Sapi Red Angus merupakan hasil kawin silang antara sapi asli di Aberdeenshire (Inggris) dengan sapi asli dari Angus (Skotlandia). Pertama di eksport ke benua lain tahun 1873.16. Sapi CHAROLAIS

clip_image067 clip_image069
Sapi Charolais ini dikembangkan di negara Perancis, warna bulu perak dan merupakan jenis paling besar di negara tersebut, sapi ini jarang di jumpai di pasar-pasar tradisional.

Pertumbuhan badan sapi Charolais per hari mampu mencapai 1,3 kg (pada saat masa pertumbuhan).17. Sapi FH (Friesian Holstein/Fries Holland)

clip_image070 clip_image072
Sapi Fresian (Fries) ini merupakan sapi penghasil susu paling utama di dunia. Sapi ini mempunyai produktivitas yang sangat baik.

Warna kulitnya hitam putih dengan batas jelas, ujung ekornya putih. Bila adat warna hitam di bawah tardus, tidak boleh dipotong sampai atas.

 

18
Jan
14

BERTANI KAYU ALBAZIA MENUJU KEJAYAAN


Dalam rangka program pemerintah saat ini memberikan otonomi desa untuk mengelola potensi daerahnya dan kemandirian desa, maka dalam kesempatan ini saya memulai mengembangkan kayu albasia yang saat ini tergolong kayu yang cepat dipanen. @ dilanjut…..koneksi terganggu.

12
Jul
13

jalan di kec. paranggupito


jalan di kec. paranggupito

16
Mar
12

Ombak Membesar Pantai nambu Merusak warung di tepi pantai


Kembali terjadi Ombak besar menerjang sepanjang pantai di Kecamatan Paranggupito, Wonogiri selama beberapa hari terakhir. Ketinggian ombak bahkan mencapai sepuluh meter, hingga menyentuh tebing Pantai Nampu kecamatan setempat. Akibatnya, seluruh perahu milik nelayan bocor dan puluhan warung di tepi pantai rusak.

Ketua Koperasi Nelayan Parang Bahari Paranggupito, Sucipto mengungkapkan, terjangan ombak terparah berlangsung selama tiga hari belakangan ini. Terjangan ombak mengakibatkan abrasi parah di tebing pantai. “Paling parah terjadi kemarin (Rabu 13/3). Tinggi ombaknya sampai sepuluh meter. Garis pantainya sampai mundur 25 meter hingga menyentuh tebing. Pasir pantainya habis terseret ombak,” katanya.

Hantaman ombak menyebabkan seluruh perahu nelayan yang berjumlah tiga unit itu mengalami kerusakan. Dua di antaranya bolong pada bagian lambung. Adapun satu lainnya mengalami keretakan. “Perahunya dihempas ombak sehingga membentur batu berkali-kali sampai bocor. Padahal, semua perahu itu sudah dicancang (diikat) menggantung pada tebing,” ujarnya.

Alhasil, nelayan tidak bisa lagi melaut. Selain bodi rusak, mesinnya juga sering macet. Mereka hanya bisa mengandalkan pencaharian dengan memancing lobster dari tebing-tebing pantai. Sebagian lainnya memilih bertani. “Mereka beralih ke pertanian dengan menanam kacang,” imbuhnya.

Jalan atau tangga menuju pantai juga ambrol sepanjang 25 meter. Padahal, tangga tersebut menjadi akses pengunjung menuju bibir pantai.

Di samping itu, sekitar 30 warung di tepi pantai terkena terjangan ombak. Hanya empat yang masih utuh. Warga terpaksa membongkar warung yang tersisa karena khawatir roboh diterjang ombak. “Beberapa warung sudah menggantung separuh. Bahkan ada yang jatuh ke air, padahal sudah diikat ke tebing,” katanya.

02
Feb
12

Tarif Pajak Penghasilan


Powered by Max Banner Ads

Tarif Pajak Penghasilan secara umum (disebut juga tarif Pasal 17) diterapkan atas Penghasilan Kena Pajak Wajib Pajak dalam negeri dan BUT untuk menghitung Pajak Penghasilan terutang dalam satu tahun pajak atau dalam bagian tahun pajak. Tarif umum ini dibedakan untuk Wajib Pajak badan dalam negeri/BUT dan Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri.

Untuk keperluan penerapan tarif pajak atas Penghasilan Kena Pajak, maka jumlah Penghasilan Kena Pajak tersebut dibulatkan dahulu ke bawah ribuan rupiah penuh.

Misalnya Penghasilan Kena Pajak sebesar Rp120.324.900,00 untuk penerapan tarif dibulatkan ke bawah menjadi Rp120.324.000,00.

Dengan Peraturan Pemerintah dapat diterapkan tarif pajak tersendiri yang dapat bersifat final atas Penghasilan Tertentu yang dikenakan Pajak Penghasilan berdasarkan Pasal 4 Ayat (2) Undang-undang Pajak Penghasilan. Besarnya tarif khusus ini tidak boleh melebihi tarif umum pajak tertinggi berdasarkan Pasal 17 Ayat (1).

Penentuan tarif pajak tersendiri tersebut didasarkan atas pertimbangan kesederhanaan, keadilan dan pemerataan dalam pengenaan pajak.

Berdasarkan Undang-undang No.17 Tahun 2000 tentang perubahan ketiga Undang-undang Pajak Penghasilan yang mulai berlaku untuk tahun pajak 2001, tarif pajak dibedakan menjadi dua yaitu untuk Wajib Pajak Badan & BUT dan Wajib Pajak Orang Pribadi. Selengkapnya tarif tersebut disajikan dalam bagian di bawah ini.
Tarif Pajak Badan Dalam Negeri Dan BUT

Tarif pajak yang diterapkan atas Penghasilan Kena Pajak Wajib Pajak badan dalam negeri dan Bentuk Usaha Tetap adalah sebagai berikut :

Lapisan Penghasilan Kena Pajak

Tarif Pajak

Sampai dengan Rp50.000.000,00

10%

Di atas
Rp50.000.000,00 sampai dengan Rp100.000.000,00

15%

Di atas
Rp100.000.000,00

30%

Tarif Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri

Tarif pajak yang diterapkan atas Penghasilan Kena Pajak Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri adalah sebagai berikut :

Lapisan Penghasilan Kena Pajak

Tarif Pajak

Sampai dengan Rp25.000.000,00

5%

Di atas
Rp25.000.000,00 sampai dengan Rp50.000.000,00

10%

Di atas
Rp50.000.000,00 sampai dengan Rp100.000.000,00

15%

Di atas
Rp100.000.000,00 sampai dengan Rp200.000.000,00

25%

Di atas
Rp200.000.000,00

35

02
Feb
12

PPh Pasal 21 atas Tunjangan Hari Raya (THR)


Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar pada Selasa 24 Agustus 2010 telah mengeluarkan surat edaran, menginstruksikan kepada perusahaan, maksimal H-7 sebelum lebaran, THR harus diterimakan. Pemberian THR keagamaan bagi pekerja/buruh di perusahaan telah diatur dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER.04/MEN/1994 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja di Perusahaan.

Peraturan Menteri Tenaga Kerja tersebut, mewajibkan pengusaha untuk memberikan THR keagamaan kepada pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja tiga bulan atau lebih secara terus-menerus. Berdasarkan peraturan itu, besarnya THR pekerja/buruh yang memiliki masa kerja 12 bulan atau lebih mendapat THR minimal satu bulan gaji. Sedangkan pekerja/buruh yang bermasa kerja tiga bulan hingga kurang dari 12 bulan, mendapat THR proporsional, yaitu dengan menghitung masa kerja yang sedang berjalan dibagi 12 bulan lalu dikali satu bulan upah.

Terkait dengan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) tersebut maka kewajiban yang harus dilakukan oleh pemberi kerja adalah pemotongan PPh Pasal 21 atas THR tersebut. Perhitungan PPh Pasal 21 atas THR tahun 2010 dibandingkan dengan tahun 2009 tidak mengalami perubahan, yaitu mengacu kepada Undang-Undang PPh Nomor 36 tahun 2008 dan Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-31/PJ/2009 tentang Pedoman Teknis Tata Cara Pemotongan, Penyetoran, dan Pelaporan PPh Pasal 21/26 Sehubungan dengan Pekerjaan, Jasa, dan Kegiatan Orang Pribadi, yang telah diubah dengan Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER – 57/PJ/2009.

Penghitungan PPh Pasal 21 atas THR bagi Pegawai Tetap

Apabila kepada pegawai tetap diberikan jasa produksi, tantiem, gratifikasi, bonus, premi, tunjangan hari raya, dan penghasilan lain semacam itu yang sifatnya tidak tetap dan biasanya dibayarkan sekali setahun, maka PPh Pasal 21 dihitung dan dipotong dengan cara sebagai berikut :

dihitung PPh Pasal 21 atas penghasilan teratur yang disetahunkan ditambah dengan penghasilan tidak teratur berupa tantiem, jasa produksi, dan sebagainya.
dihitung PPh Pasal 21 atas penghasilan teratur yang disetahunkan tanpa tantiem, jasa produksi, dan sebagainya.
selisih antara PPh Pasal 21 menurut penghitungan angka 1 dan 2 adalah PPh Pasal 21 atas penghasilan tidak teratur berupa tantiem, jasa produksi, dan sebagainya.

Contoh:

Joko Qurnain (tidak kawin) bekerja pada PT Qolbu Jaya dengan memperoleh gaji sebesar Rp 2.000.000,00 sebulan. Dalam tahun yang bersangkutan Joko menerima THR sebesar Rp 5.000.000,00. Setiap bulannya Joko membayar iuran pensiun ke dana Pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan sebesar Rp 60.000,00

Cara menghitung PPh Pasal 21 atas THR adalah :

a. PPh Pasal 21 atas Gaji dan THR (penghasilan setahun):
Gaji setahun (12 x Rp 2.000.000,00)
THR
Rp 24.000.000,00
Rp 5.000.000,00
Penghasilan bruto setahun
Rp 29.000.000,00
Pengurangan :
1. Biaya Jabatan
5% x Rp 29.000.000,00 =
2. Iuran pensiun setahun
1 2 x Rp 60.000,00 =

Rp 1.450.00,00

Rp 720.000,00

Rp 2.170.000,00
Penghasilan neto setahun
Rp 26.830.000,00
PTKP
– untuk WP sendiri
Rp 15.840.000,00
Penghasilan Kena Pajak
Rp 10.990.000,00
PPh Pasal 21 terutang
5% x Rp 10.990.000,00 =

Rp 549.500,00

b. PPh Pasal 21 atas Gaji Setahun

Gaji setahun (12x Rp 2.000.000,00)
Rp 24.000.000,00

Pengurangan :
1. Biaya Jabatan
5% x Rp 24.000.000,00=
2. Iuran pensiun setahun
12 x Rp 60.000,00=

Rp 1.200.000,00

Rp 720.000,00

Rp 1.920.000,00
Penghasilan neto setahun
Rp 22.080.000,00
PTKP
– untuk WP sendiri
Rp 15.840.000,00
Penghasilan Kena Pajak
Rp 6.240.000,00
PPh Pasal 21 terutang
5% x Rp 6.240.000,00=

Rp 312.000,00

c. PPh Pasal 21 atas THR

PPh Pasal 21 atas THR adalah :

Rp 549.500,00 – Rp 312.000,00 = Rp 237.500,00

Karyawati Ken Prameswari (tidak kawin) bekerja pada PT Prabu Kedaton dengan memperoleh gaji sebesar Rp 2.750.000,00 sebulan. Perusahaan ikut dalam program jamsostek. Premi Jaminan Kecelakaan Kerja dan premi Jaminan Kematian dan Iuran Jaminan Hari Tua dibayar oleh pemberi kerja setiap bulan masing-masing sebesar 1,00%, 0,30% dan 3,70% dari gaji. Prameswari membayar iuran Pensiun Rp 50.000,00 dan iuran Jaminan Hari Tua sebesar 2,00% dari gaji untuk setiap bulan. Dalam tahun berjalan dia juga menerima THR sebesar Rp 4.000.000,00

Cara menghitung PPh Pasal 21 atas THR adalah sebagai berikut :

a. PPh Pasal 21 atas Gaji dan Bonus (penghasilan setahun):
Gaji setahun (12 x Rp 2.750.000,00)
THR
Premi Jaminan Kecelakaan Kerja
12xRp 27.500,00
Premi Jaminan Kematian
12 x Rp 8.250,00

Rp 33.000.000,00

Rp 4.000.000,00

Rp 330.000,00

Rp 99.000,00

Penghasilan bruto setahun Rp 37.429.000,00
Pengurangan :
1. Biaya Jabatan
5% x Rp 37.429.000,00=
2. Iuran pensiun setahun
12 x Rp 50.000,00=
3. Iuran Jaminan Hari Tua 12 x Rp 55.000,00=

Rp 1.871.450,00

Rp 600.000,00

Rp 660.000,00

Rp 3.131.450,00
Penghasilan neto setahun Rp 34.297.550,00
PTKP
– untuk WP sendiri Rp 15.840.000,00
Penghasilan Kena Pajak
Dibulatkan Rp 18.457.550,00
Rp 18.457.000,00
PPh Pasal 21 terutang
5% x Rp 18.457.000,00 =

Rp 922.850,00

b. PPh Pasal 21 atas Gaji Setahun
Gaji setahun (12xRp 2.750.000,00) =
Premi Jaminan Kecelakaan Kerja 12 x Rp 27.500,00 =
Premi Jaminan Kematian
12 x Rp 8.250,00 =

Rp 33.000.000,00

Rp 330.000,00

Rp 99.000,00
Jumlah Rp 33.429.000,00
Pengurangan :
1. Biaya Jabatan
5% x Rp 33.429.000,00=
2. Iuran pensiun setahun
12 x Rp 50.000,00=
3. Iuran Jaminan Hari Tua
12 x Rp 55.000,00=

Jumlah

Rp 1.671.450,00

Rp 600.000,00

Rp 660.000,00

Rp 2.931.450,00

Penghasilan neto setahun = Rp 30.497.550,00
PTKP
– untuk WP sendiri Rp 15.840.000,00
Penghasilan Kena Pajak
Pembulatan Rp 14.657.550,00
Rp 14.657.000,00
PPh Pasal 21 terutang
5% x Rp 14.657.000,00=

Rp 732.850,00

c. PPh Pasal 21 atas THR

PPh Pasal 21 atas Bonus adalah :
Rp 922.850,00 – Rp 732.850,00 = Rp 190.000,00




Categories

September 2016
F S S M T W T
« Apr    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

TEMPAT WISATA DI GUNTURHARJO

More Photos